Limbah Berbau Ganggu Wisatawan di Lovina

Limbah Berbau Ganggu Wisatawan di Lovina
RAKOR - Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Suyasa, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin (30/12).

Singaraja, Denpost

Limbah restoran berwarna hitam di kawasan Lovina yang dibuang ke saluran drainase, belakangan dikeluhkan warga dan wisatawan yang berlibur di kawasan tersebut. Pasalnya limbah tersebut berbau menyengat.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Buleleng langsung melakukan rapat koordinasi bersama dinas terkait, Camat Buleleng, Perbekel Kalibukbuk, Ketua PHRI dan Ketua Pengelola Kawasan Lovina. “Tentunya Pemkab Buleleng tidak ingin dampak dari limbah tersebut menyebabkan menurunnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng khususnya ke Lovina,” ungkap Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Suyasa, saat memimpin rapat di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin (30/12).

Baca juga :  Tim Gabungan Monitor Penerapan PeduliLindungi

Dari tersebut, Suyasa memutuskan melakukan penanganan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi limbah yang tergenang di saluran drainase. Jangka pendeknya yakni Pemkab Buleleng melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), akan melakukan penyedotan limbah cair. Sementara untuk jangka panjangnya, Suyasa menyebutkan pihaknya akan memantau langsung izin lingkungan yang dimiliki pengusaha di kawasan tersebut. “Setelah dilakukan pendataan dan pendekatan kami akan liat responsnya. Kalau masih membandel akan diberikan peringatan, atau kalau tidak mengindahkan aturan tentunya akan dilakukan evaluasi terhadap izin usaha tersebut,” tegasnya. (118)