Sukarena Tak Dapat Rekomendasi Jika Tak Penuhi Syarat Ini

BALIK KANDANG - Made Sukarena (dua kanan) menunjukkan surat permintaan maaf ke DPD I Golkar Bali saat pertemuan di sekretariat DPD I Golkar, Minggu (29/12/2019) lalu.

Denbar, DenPost

Sempat bersimpang jalan dengan penunjukan Gde Sumarjaya Linggih (Demer) sebagai Plt. Ketua DPD I Golkar Bali tahun 2018 silam, Made Sukarena akhirnya “menyerah” dengan cara minta maaf ke DPD I Golkar Bali, Minggu (29/12/2019) lalu. Bergabungnya kembali mantan Ketua DPD II Golkar Karangasem ini dipandang sebagai hal yang menguntungkan partai dalam proses kandidasi menatap Pilkada Karangasem tahun ini, karena Golkar memiliki daftar calon lebih bervariatif. Hanya, minta maaf ke kubu Demer itu tidak menjamin Sukarena akan mendapat rekomendasi di Pilkada. Hal tersebut diuraikan Sekretaris DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Rabu (1/1).

Baca juga :  Dikawal Pentolan Partai, Amertha Jalan Kaki ke KPU

Nggak, nggak ada hubungan minta maaf ke DPD lalu langsung direkomendasikan. Niat dia mencalonkan diri itu terpisah dengan datang minta maaf ke DPD,” ujarnya. Sugawa memaparkan, jangankan Sukarena yang masih berstatus kader, bahkan orang luar saja boleh mendaftar di Golkar. Hanya, kata dia, proses pencalonan ada mekanismenya seperti pendaftaran, survei, dan lainnya. Semua itu akan dibahas dan hasilnya diplenokan untuk dikirim ke DPP di Jakarta agar dipertimbangkan untuk rekomendasi. Yang cukup menentukan, urainya, adalah survei popularitas dan elektabilitas dari para calon tersebut. Siapa yang tertinggi, tentu dia yang akan dipercaya mendapat rekomendasi.

Baca juga :  Tangani Gejolak Penolakan Hare Krishna, PHDI Kedepankan Dialog

“Seperti saya bilang dulu, kalau kader itu hasil surveinya sama atau beda sedikit dengan nonkader, maka kami akan prioritaskan kader. Namun, jika surveinya beda sampai 2 atau 3 persen, ya kami akan pilih nonkader,” cetus Wakil Ketua DPRD Bali tersebut. “Intinya sih bergantung kualitas calon itu sendiri,” sambungnya. (107)