Ini Alasan Budiarta Tebas Lansia di Tianyar

Tersangka I Kadek Budiarta
Amlapura, DenPost
Penebasan yang dilakukan bujang asal Dusun Darma Winangun, Desa Tianyar, Kubu, Karangasem, I Kadek Budiarta (30) terhadap tetangganya, I Ketut Belongkoran ternyata bermotif dendam. Kepada Denpost tersangka mengaku sudah tak tahan dengan sikap korban, I Ketut Belongkoran yang dinilai sewenang-wenang.
“Banyak hal yang dia perbuat. Tapi sebelumnya saya hanya diam. Karena memang saya tidak berani. Apalagi dengan postur tubuhnya yang tinggi besar,” tutur Budiarta. Menurut Budiarta, banyak hal yang menyulut emosinya. “Salah satunya, dulu dia pernah menantang bapak saya. Membawa sebuah caluk dia berkata bahwa dia yang berkuasa di sana,” ungkapnya. Ia mengungkapkan masalahnya sepele. Saat itu, ayah tersangka tak sengaja memanggil luh saat pekak Belongkoran berada di kandang babi tegalan yang keluarga tersangka sakap. “Memang sering ada anak tetangga lainnya di sana, ayah saya kira anak itu. Ternyata dia (Belongkoran-red), hal ini membuatnya emosi dan menantang bapak saya,”bebernya.
Bukan hanya itu, sejak dulu keluarga tersangka juga kesal pasalnya tak diberikan akses jalan untuk masuk ke rumahnya. “Jalan ke rumah saya, lewat tanah milik dia. Sejak dulu sudah coba dibicarakan tapi tetap tak bisa,” jelasnya.
Tak sampai di sana, sebelumnya tersangka juga sempat kesal, akibat sapi orangtuanya dibawa ke rumah Pekak Belongkoran. “Penyebabnya, saat itu sapi bapak saya lepas dan memakan tanamannya. Sapi dibawa ke rumahnya dan dia minta membayar uang denda, atas tanaman yang di makan,” cerita Budiarta. Hal ini membuatnya geram, karena selama ini ia tak pernah mempermasalahkan saat Belongkoran bebas melepas kambing di Tegalan yang ia sakap.
Puncaknya pada Sabtu (28/12). Entah apa yang menyebabkan pekak Belongkoran melepas kambingnya di tegalan yang tersangka sakap dan memakan pohon bekul yang ditanam orangtuanya. Melihat hal itu tersangka gelap mata dan bergegas mengambil pedang.  “Saat itu, saya kesal sudah tak tertahankan, sehingga saya beranikan diri mengambil pedang dan menyerang dari belakang,” tuturnya. Kendati nekat menebas, Budiarta mengaku masih dalam keadaan takut, karenanya setelah pedang berhasil direbut ia cepat-cepat melarikan diri.
(yun)
Baca juga :  92 KK Terdampak Gempa, Kerusakan Capai 100 Titik