Asita Bali Kecewa Gara-gara Pemkab Bangli Lakukan Ini

OBJEK WISATA - Penelokan sebagai salah satu objek wisata di Kintamani, Bangli mengalami kenaikan tarif sejak awal Janauri 2020.

Bangli, DenPost

Mulai 1 Januari 2020 Pemkab Bangli menerapkan kenaikan tarif retribusi sejumlah objek wisata di Kabupaten Bangli. Hal ini cukup mengagetkan wisatawan termasuk pelaku pariwisara. Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Bali mengaku kecewa berat. Sebab, kenaikan tarif tersebut tanpa melalui pemberitahuan terlebih dahulu yang menyebabkan pihaknya harus menelan kerugian besar.

“Saya sangat kecewa. Seolah-olah tidak membutuhkan asosiasi. Tidak ada koordinasi. Tidak ada surat pemberitahuan. Banyak anggota kami menanyakan. Seharusnya harus ada sosialisasi terlebih dahulu. Saya melihat sekarang ini Pemkab sebagai pengelola pariwisata bisa dengan seenak udelnya menaikkan tarif pariwisata tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” kata Sekretaris Asita Bali, Putu Winastra, Kamis (2/1).

Baca juga :  Obyek Wisata Penglipuran Belum Dibuka

Atas kondisi itu, Winastra mengaku juga sudah menanyakan ke Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bangli. “Dari Disparbud ngakunya tidak jelas. Ngaku sudah dilakukan sosialisasi, tapi saya tidak tahu malahan,” ujarnya. Dia menegaskan, sejatinya tidak anti dengan kenaikan tarif. Setiap tahun dinaikkan pun baginya tidak masalah. “Hanya saja, masalahnya selama ini tidak ada informasi apa-apa, ujug-ujug sudah naik. Ini kan tidak bisa seperti itu. Ini yang bikin kami jengkel,” keluhnya.

Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2019, besaran kenaikan retribusi tiket masuk bagi wisatawan  mancanegara  untuk  dewasa sebelumnya Rp 30 ribu  naik menjadi Rp 50 ribu. Untuk anak-anak Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu. Sementara untuk wisatawan domestik dewasa sebelumnya Rp 15 ribu naik menjadi Rp 25 ribu dan anak-anak dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp15 ribu. Sedangkan untuk parkir jenis bus awalnya Rp 5 ribu naik menjadi Rp 10 ribu.  Untuk jenis minibus awalnya Rp 3 ribu naik menjadi Rp 5 ribu, sedangkan untuk sepeda motor awalnya Rp 1.000 naik menjadi Rp 2 ribu. (128)

Baca juga :  Sedana Artha-Diar Siap Konsolidasi dan Unjuk Gigi