Pukul Anjing, MW Diadili

PENGANIAYAAN - Sidang penganiayaan dan pembunuhan anjing dengan agenda pembacaan dakwaan dilanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi di PN Gianyar, Kamis (2/2).

Gianyar, DenPost

Sidang perdana kasus pembunuhan seekor anjing digelar di Pengadilan Negeri Gianyar, Kamis (2/1). Terdakwa I Nyoman MW, saksi Ni Ketut Kesni dan Nyoman Kisid serta saksi ahli I Made Pujiatmaja dihadirkan dalam sidang yang dipimpin Ni Luh Putu Pratiwi. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum I Putu Gede Dharma Putra disebutkan, pembunuhan anjing tersebut terjadi pada Rabu (12/11/019) lalu sekitar pukul 06.00 di Pasar Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar.

Di dalam sidang, saksi Kesni yang merupakan pemilik anjing mengaku sama-sama sebagai pedagang dengan terdakwa di Pasar Medahan. Saat kejadian dirinya melihat anjingnya sudah sekarat dibawa oleh temannya. Kesni bertanya kepada temannya yang membawa anjingnya dan siapa yang memukul anjing miliknya dan temannnya menjawab bahwa yang memukul anjingnya adalah terdakwa MW.
Menurut Kesni anjing tersebut merupakan anjing liar yang dibuang di areal pasar. Lantaran sering ada di sana sehingga Kesni pun sering memberi makan dan merawatnya. Selain anjing yang dipukul hingga mati itu, Kesni mengaku banyak lagi terdapat anjing dan kucing liar di Pasar Medahan tersebut yang dibuang oleh pemiliknya. Karena ia pencinta binatang membuatnya tidak tega, sehingga dirinya memberikan makan kepada hewan-hewan tersebut.

Baca juga :  Kios Buah Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 50 Juta

Kesni sempat membawa anjing yang berumur 3 bulan itu ke dokter hewan Made Pujiatmaja untuk diperiksa. Namun anjing tersebut sudah dinyatakan mati.
Saksi lain yakni I Nyoman Kisid menerangkan, terdakwa Nyoman MM membanting dan memukul anjing betina tersebut karena masuk ke warungnya. Saat diusir anjing tersebut tidak mau keluar, sehingga diambil oleh terdakwa dan dibanting hingga anjing tersebut terdiam dan pingsan.

Saksi Made Pujiatmaja mengatakan, anjing yang dibawa Kesni tersebut mengalami patah tulang bagian dada dan hidungnya mengeluarkan darah. Selain itu, ditemukan juga pada hatinya mengalami luka robek sehingga menyebabkan kematian. Kematian anjing tersebut diduga akibat benturan sangat keras. (116)

Baca juga :  Polsek Gianyar Sidak Minyak Goreng