Koster Berang Pembebasan Lahan “Shortcut” Lamban

LANTIK ESELON 2 – Gubernur Wayan Koster melantik perwakilan pejabat eselon 2 dalam pelantikan pejabat mulai eselon 2 sampai 4 di Ksiarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (2/1).

Dentim, DenPost

Persoalan infrastuktur menjadi agenda prioritas pemerintahan Gubernur Wayan Koster, dengan pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja sebagai salah satunya. Sayang, pembebasan lahan di titik 9 dan 10 belum tuntas pada tahun 2019, dan mesti jadi PR untuk agenda pembangunan 2020 ini. Lambannya proses pembebasan lahan itu membuat Koster berang, dan unek-unek disampaikan saat pelantikan pejabat eselon 4 sampai 2 di Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (2/1).

Shortcut ini jangan sampai gagal pembebasan lahan, ini kelihatan sekali kerja parsial, saling tunggu, dengan leading sector Dinas PU. Ini anggarannya Rp 500 miliar, sayang sekali kalau anggaran dari pusat itu lepas karena APBD kita tidak mampu,” seru Ketua DPD PDIP Bali itu.
Lebih jauh disampaikan Koster, dia ingin pembebasan lahan dan pembangunan di titik 9 dan 10 tersebut bisa selesai pada 2020 ini. Dengan demikian, urainya, dia bisa melobi Jakarta untuk minta anggaran yang ditujukan ke proyek yang lain. Dia menarget dalam lima tahun kepemimpinannya semua proyek infrastruktur mesti tuntas. “Kita jangan menyia-nyiakan kesempatan, jangan sampai momentumnya lewat. Ingat, PAD kita itu terbatas,” sergahnya.

Baca juga :  Gara-gara Ini Puluhan Warga NTT Diamankan Satpol PP

Jika shortcut titik 10 sudah selesai, Koster punya agenda menambah sampai titik 11, juga membangun jalan lingkar Bali sebagai rencana berikutnya. Koster juga mengingatkan jajarannya bahwa semua daerah berebut untuk mendapat bantuan anggaran dari pusat. Bila bantuan yang diberi tidak digunakan secara optimal sesuai perencanaan, Jakarta akan menilai itu sebagai hal tidak beres dan punya alasan untuk menggeser bantuan tersebut ke provinsj lain. Menurutnya, sangat keterlaluan jika hanya untuk urusan administrasi saja seperti pembebasan lahan, OPD tidak mampu membereskan. “Aturan dan anggaran sudah ada tapi tidak beres juga. Ini tidak boleh terulang,” pesannya. (107)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini