Di Toko Ini, BPOM Temukan Bahan Makanan Kedaluwarsa 

Singaraja, DenPost
BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan) melakukan pengawasan pangan dalam rangka Natal dan Tahun Baru. Pengawasan dilakukan enam tahap mulai tanggal 2 Desember 2019 sampai tanggal 10 Januari 2020.
Untuk Kabupaten Buleleng, sudah dilaksanakan empat kali.
Kepala Loka POM Buleleng, I Made Ery Bahari Hantana, usai sidak Kamis (2/1) mengatakan, empat sarana sudah memenuhi ketentuan, sementara lima sarana tidak memenuhi ketentuan. “Memenuhi ketentuan itu yaitu tidak ditemukan  produk yang rusak, kedaluwarsa, tanpa izin edar, izin edar fiktif dan repacking,” ungkapnya.
Lima sarana yang  tidak memenuhi ketentuan yaitu Carrefour, ditemukan daging olahan beku kedaluwarsa. Clandys Dewi Sartika ditemukan Bahan Tambahan Pangan/BTP tanpa izin edar dan izin edar fiktif, serta mie instan kedaluwarsa. Di Tirta Dewata ditemukan saos tomat kedaluwarsa, di Pepito ditemukan repacking keju, buah zaitun dalam kaleng yang izin edar tidak dicantumkan pada label dan di Arta Sedana Seririt ditemukan repacking coklat bubuk dengan izin edar fiktif,  kentang goreng beku tanpa izin edar, pengelmulsi kue dengan izin edar yang sudah tidak berlaku.
“Tindak lanjut untuk produk yang kedaluwarsa dimusnahkan ditempat  oleh pemilik disaksikan petugas. Sementara yang tanpa Izin Edar dan Izin Edar tidak berlaku atau palsu atau repacking oleh suplier, diretur ke supplier dan bukti retur diserahkan ke BPOM,” jelasnya. (128)
Baca juga :  Belum Ada Lonjakan Pelaku Perjalanan ke Buleleng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini