Pelukis Wanita Tertua, Ni Made Suciarmi Berpulang

Almarhumah Suciarmi

Semarapura, DenPost

Dunia seni lukis di Kabupaten Klungkung kembali berduka. Hal ini menyusul meninggalnya pelukis wanita wayang kamasan, Ni Made Suciarmi (87) tutup usia pada  Rabu (1/1). Seniman asal Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung ini meninggal karena penyakit jantung dan stroke. Upacara pengabenan seniman yang terkenal hingga ke luar negeri ini dilangsungkan di Setra Bugbugan, Desa Pekraman Gelgel, Senin (6/1).

Baca juga :  Tiner Meledak, Kantor Sekar Jaya di Pelabuhan Banjar Bias Terbakar

Ni Wayan Mariani, salah seorang putri almarhumah menuturkan, sebelumnya almarhumah memang telah lama menderita penyakit jantung dan stroke. Suciarmi pun sempat menjalani perawatan di RSUD Klungkung. “Ibu meninggal saat tahun baru, tepat tanggal 1 Januari 2020 di RSUD Klungkung. Namun, upacara Pengabenannya kami laksanakan hari ini (Senin kemarin) di Setra Bugbugan,” ucap Mariani sedih.

Lukisan pertama almarhumah menceritakan Tapa Bima. Karyanya dikagumi banyak orang, hingga membuatnya semakin senang melukis. Ribuan lukisan telah tercipta lewat tangan halusnya. Bahkan sudah ada lukisannya yang dipamerkan di luar negeri. Semasa hidupnya Suciarmi ternyata juga memiliki sejumlah murid.  Bahkan mereka datang dari luar negeri dan secara khusus meminta untuk diajari teknik melukis khas Kamasan. (119)

 

Baca juga :  Sempat Ditawari Jimat, Pria Difabel Jadi Korban Perampasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini