Mas Sumatri Terseret, Nasdem Ingatkan Artha Dipa

Mas Sumatri Terseret, Nasdem Ingatkan Artha Dipa
Amlapura, DenPost
Surat pengunduran diri I Wayan Artha Dipa dari penjaringan Cabup dan Cawabub Karangasem dari Partai Golkar, Rabu (8/1),  yang beralasan segan menandingi I Gusti Ayu Mas Sumatri membuat Partai Nasdem Karangasem geram. Alasan Artha Dipa dianggap tak logis.
“Beberapa item dalam surat pernyataan itu, menyinggung nama bakal calon NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan cenderung bernuansa fitnah,” ungkap Ketua Komisi Saksi DPP Nasdem, Gusti Putu Artha.  Ia lantas membedah satu per satu point yang diajukan Artha Dipa. Di antaranya menyinggung soal pernyataan Artha Dipa yang menyebutkan Mas Sumatri mengembalikan formulir berpaket dengan Sukarena.
“Dua pendaftar tersebut, berproses berbeda. Mas Sumatri bersama rombongan berangkat dari Kantor DPD NasDem tanpa mengajak Sukerena. Jika saat mendaftar Sukerena menyalami Mas Sumatri itu karena Sukarena dan rombongan masih bertahan di DPD Golkar,” ungkap Putu Artha.
Lebih lanjut, ia menyinggung soal jabatan wakil bupati,  bukan wewenang Mas Sumatri tetapi Partai Golkar. Memang sejak awal Golkar membuka penjaringan belum menjurus pada calon Bupati atau Wakilnya. “Tuduhan mengajak wakil bupati seolah-olah Artha Dipa meremehkan partainya sendiri yang seakan biasa diatur oleh orang per orang dalam penentuan wakil. Padahal sistem pencalonan di Golkar sepertinya halnya NasDem sangat profesional dan berlandaskan peraturan organisasi,” kritik Putu Artha.
Tak hanya itu, ia juga membantah pernyataan point 5, di mana Artha Dipa menyatakan tak tepat berebut rekomendasi yang sama dengan Mas Sumatri. “Pernyataan ini memberi kesan sikap plin-plan dan kekanak-kanakan karena sejak awal Artha Dipa telah paham bahwa Mas Sumatri akan mendaftar di Golkar,” ungkapnya. Ia menambahkan, jika memang sikapnya demikian, seharusnya Artha Dipa mendaftar di Golkar paling akhir. “Jika tahu Mas Sumatri mendaftar, ya tak usah mendaftar, jika memang merasa kurang tepat berebut rekomendasi dengan Mas Sumatri,” tambah  Putu Artha.
Di akhir pernyataannya , Putu Artha dengan tegas mengingatkan Artha Dipa agar tak perlu menyeret-nyeret Mas Sumatri. “Jujur saja bahwa karena mungkin mendapat angin di partai lain lalu mundur dari Golkar. Cukup, publik sangat paham,” pungkasnya. (yun)
Baca juga :  KPU Bali Ingin Sederhanakan APK

1 KOMENTAR

  1. Mantap,seorg calon pemimpin hrs menjadi contoh tauladan serta konsisten,seorg politikus hrs mempunyai jiwa patriot dan idealis,taat kpd AD,ART partai,jgn menjadi politikus kutu loncat demi kekuasaan,semua hrs mengikuti proses,jgn singkirkan yg lain demi kepentingan diri sendiri krn masih byk cara utk bs mengabdi kpd bangsa dan negara ini,dan jgn pernah berpikir apa yg bs kita dptkan dari negara ini akan tetapi marilah kita berpikir aa yg bs kita berikan kpd negara yg kita cintai ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini