Jumlah Sirine Tsunami di Bali Belum Ideal

Jumlah Sirine Tsunami di Bali Belum Ideal

Renon, DenPost

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, Made Rentin, mengakui jumlah sirine peringatan tsunami di Bali belum ideal. Saat ini, Bali hanya memiliki sembilan sirine yang tersebar di perairan Kabupaten Buleleng, Denpasar dan Badung. Jumlah tersebut disebut belum ideal karena dari hasil pemetaan BPBD Bali dengan BMKG, Bali yang luasnya hanya 0,29 persen dari luas Indonesia itu menempatkan sekurang-kurangnya 34 titik sirine.

Baca juga :  Kadiskes Perintahkan Rumah Sakit Rujukan Optimalkan Kapasitas Tempat Tidur

“Hanya satu di daerah utara, di Seririt. Sebagian besar tersebar di daerah Denpasar dan badung,” ujarnya Senin (13/1). Untuk di Denpasar, sirine ditempatkan di Pantai Sanur. Sedangkan di Badung tersebar di perairan Nusa Dua, Kuta dan Tanjung Benoa. Kata dia, sirine tersebut merupakan perintah evakuasi. Begitu sirine berbunyi, berarti BMKG telah mengeluarkan rilis bahwa gempa berpotensi menimbulkan tsunami.

“Jadi bukan peringatan, tetapi begitu sirine berbunyi maka perintah evakuasi,” bebernya. Dalam praktik evakuasi, BPBD dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menggunakan konsep 20 20 20, yang artinya 20 detik terjadi guncangan gempa agar melakukan pergerakan ke tempat-tempat yang memiliki ketinggian diatas 20 meter dan upaya tersebut tidak boleh dilakukan lebih dari waktu 20 menit. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini