Tak Terpengaruh Isu ASF, Peternak Babi di Klungkung Justru Keluhkan Ini

TERNAK BABI - Kondisi ternak babi di Dusun Uma Salakan, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung.

Semarapura, DenPost

Para peternak babi di Kabupaten Klungkung ternyata tidak terlalu ambil pusing dengan kasus kematian babi di Badung yang diduga akibat virus African Swine Afever (ASF). Para peternak justru menilai itu adalah isu yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan harga babi. Apalagi situasi ini dihembuskan menjelang Hari Raya Galungan.

“Kalau saya lihat itu hanya isu saja. Mudah-mudahan itu tidak terjadi. Karena saya yang ikut tergabung dalam kelompok ternak babi tidak mendapat informasi soal itu, mungkin saja hal ini sengaja dihembuskan tukang jagal agar harganya turun,” ujar salah seorang peternak babi di Dusun Uma Salakan, Desa Takmung, Banjarangkan, I Made Suardika, Senin (21/1).

Baca juga :  Cegah Kelangkaan, Polisi Serentak Pantau Minyak Goreng

Menurut Suardika, kondisi harga babi di Klungkung masih stabil. Harganya masih rata-rata antara Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. Dia pun menjamin stok babi di Klungkung menjelang Galungan aman. Hanya, yang menjadi kendala selama ini, katanya, harga pakan ternak terus naik. Untuk menyiasati hal itu, peternak terpaksa efisiensi memberikan pakan kepada babi peliharaannya. “Selama ini harga pakan ternak dan produksi sama. Jadi kita harus benar-benar efesiensi dan tidak boros untuk memberikan pakan ternak,” kata Suardika. (119)

 

Baca juga :  BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 Raih Marketeers OMNI Brand of the Year

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini