“Karang Ayahan’’ Diduga Diserobot, Seorang Nenek Terpaksa Ngungsi

Gianyar, DenPost

Seorang nenek, Gusti Ayu Tantriani (70), warga Banjar Pande, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, terpaksa mengungsi ke tetangga. Pasalnya, rumah yang merupakan tanah ayahan desa yang ditempati selama ini, diduga diserobot Gusti Ngurah Pastika. Kasus ini sempat dilaporkan ke pihak adat, kemudian ditindaklanjuti dengan mediasi bersama polisi.

 

Bendesa Adat  Peliatan, I Ketut Sandi, Rabu (22/1) mengatakan, kasus ini terungkap setelah Gusti Tantriani mengaku keberatan karena ada orang lain yang tinggal di rumahnya lebih dari sebulan. Dikatakan Sandi, Tantriani dan Gusti Pastika memang ada hubungan keluarga. Namun sebelumnya Pastika tinggal di Banjar Ambengan. Sedangkan karang adat yang diributkan ini adalah tanah ayahan desa yang ditempati Gusti Tantriani. Sandi selaku Bendesa Adat menyatakan siap melindungi warganya lantaran menyangkut kasus karang ayahan desa.

“Hasil saba desa memutuskan agar dilakukan mediasi antara Gusti Pastika dengan Gusti Tantriani. Mereka sudah kami surati, tapi Gusti Pastika datang mendahului dan menyatakan tidak akan hadir dalam mediasi,” beber Sandi.

Baca juga :  Pura Gunung Sari Dimasuki Maling, Dua Tanduk Menjangan Hilang

Kapolsek Ubud, Kompol I Nyoman Nuryana, menjelaskan, pada Selasa (21/1) lalu pihaknya turun ke lokasi sengketa. Namun polisi sebatas mengamankan desa adat yang turun melakukan eksekusi. “Sedangkan saat ini kasusnya ada di Polres Gianyar untuk menangani,” Nuryana. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini