Mau Berkualitas? Pariwisata Bali Harus Berani Tiru Negara Ini

Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya (tengah).

Renon, DenPost

Agar pariwisata Bali tidak terus berkubang dalam stigma pariwisata kurang berkualitas, para pelaku pariwisata lokal mesti mengambil langkah berani. Antara lain “memaksa” wisatawan untuk mengikuti kemauan Bali, bukan sebaliknya. “Kita contoh Bhutan. Penduduknya cuma 2,5 juta jiwa, tapi wisatawannya sampai 2,5 juta. Wisatawannya itu berkualitas,” kata Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya, beberapa waktu lalu.

IGK Kresna Budi

Berkualitas yang dimaksud, kata Rai, adalah membuat aturan khusus bagi wisatawan yang hendak menginap. Mereka harus punya simpanan uang sekurang-kurangnya 10 ribu dolar, baru boleh tinggal di Bhutan. Dengan demikian wisatawan yang datang akan terseleksi dengan sendirinya. Pengaturan ini yang membuat Bhutan mendapat julukan sebagai destinasi pariwisata termahal di dunia. “Apakah Bali berani seperti itu,” serunya dengan mimik serius.

Baca juga :  Golkar Target Kemenangan 60 Persen

Rai tidak memungkiri Bali masih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Hanya, jika terus dibuka jor-joran seperti situasi saat ini, dia pesimis itu akan menghasilkan pariwisata berkualitas. “Kita usah banyak berteori. Kita harus berani setop akomodasi pariwisata baru,” tandasnya.

Ketua Komisi 2 DPRD Bali, IGK Kresna Budi, menyatakan sepakat pariwisata Bali harus berbenah agar bisa berkualitas. Caranya dengan menyajikan alternatif destinasi pariwisata baru dengan tetap berbasis budaya. “Kita basisnya itu budaya pertanian. Jadi, ya, itu yang dijaga termasuk alamnya,” cetusnya. (107)

Baca juga :  Mafia Tanah Paksa Alihkan Tanah Bermasalah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini