Antisipasi Bencana, Ini yang dilakukan BPBD Bangli

0
18

Bangli, DenPost

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengembangkan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Program Destana dari tahun 2012 s/d 2015 mencapai 266 desa/kelurahan di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Bangli. Sebagai rujukan dalam mengimplementasikan program Destana adalah Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Perka BNPB No. 1/2012).

Khusus di Bangli, saat ini sudah ada dua desa yang sudah dipatenkan menjadi Destana. Yakni, Desa Batur Selatan dan Abang Batudinding. Dipilihnya dua desa di kawasan Kecamatan Kintamani ini, lantaran sebagai desa yang cukup rawan kena imbas ketika terjadi bencana. Misalnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagaimana yang terjadi di akhir tahun 2019 lalu.

Baca juga :  Air Rendam Jalan Menuju Pesiraman Dedari

“Bangli terutama kawasan Kintamani dan sekitarnya masih menjadi daerah yang rawan bencana tanah longsor, karhutla dan angin kencang. Hal ini karena letaknya di pegunungan sebagaimana topografi wilayah. Termasuk pula bencana gunung meletus. Nah yang angin kencang tentu berdampak pada timbulnya pohon tumbang,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Bangli, Gede Wiredana, didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa, Kamis (23/1).

Baca juga :  Seorang Warga Bangli Meninggal, Hasil Tes Swab Positif Covid-19

Program ini pun terus berlanjut. Di mana tahun 2020, BPBD Bangli kembali berencana membentuk Destana di Desa Kutuh, Kintamani dan Desa Peninjoan, Tembuku. “Karena keterbatasan anggaran, kemungkinan hanya salah satu saja dulu,” sambung Agus Sutapa, sembari menyebut anggaran sekali pembentukan Destana di satu desa mencapai Rp 70 hingga Rp 100 juta. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini