Tangkal Virus Corona, Indonesia-Tiongkok Harus Terbuka Soal Ini

0
8

Renon, DenPost

Isu penyakit virus pneumonia akibat virus Corona dari Tiongkok sangat memengaruhi bisnis pariwisata di Indonesia, termasuk di Bali. Agar situasi waswas pariwisata tidak bergulir jadi isu liar, pemerintah Indonesia dan Tiongkok harus terbuka dalam berbagi informasi. “Dengan berbagi informasi secara terbuka, kita bisa memetakan persoalan dan bekerja sama mencari solusinya, minimal untuk jangka pendek. Ini sangat berguna untuk Pemprov Bali dan kabupaten/kota dalam mengambil langkah terbaik,” kata anggota Komisi 2 DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, Sabtu (25/1).

Pemetaan yang dimaksud, sebutnya, antara lain apakah perlu melakukan cegah terhadap wisatawan dari Tiongkok dari daerah yang menjadi epidemi virus tersebut. Atau jika dirasa penyebaran virus terlalu lebar, apakah perlu menutup sama sekali penerbangan dari Tiongkok. Sebab, sekecil apapun langkah dan kebijakan pemerintah, akan mempengaruhi persepsi dunia pariwisata terhadap keamanan Bali. “Dalam perspektif bisnis pariwisata global, mau tidak mau inilah risiko yang mesti dihadapi Bali. Yang penting adalah bagaimana mengatasinya, bukan hanya panik atau waswas tidak jelas,” lugas vokalis parlemen Renon tersebut.

Baca juga :  Klaster Upacara Ngaben, Satu Warga Sanur Kaja Kembali Meninggal Akibat Covid-19

Ardhana mengapresiasi langkah-langkah Pemprov Bali sebagai antisipasi isu ini. Hanya, dia menitip harap agar Pemprov benar-benar mampu mengerahkan kemampuan terbaik di bidang layanan kesehatan sebagai penanganan kondisi darurat ketika misalnya ada wisatawan di Bali terjangkit virus tersebut. ”Misalnya ada tamu yang terjangkit tapi lolos pemeriksaan di bandara, nah itu yang harus kita kerahkan kemampuan terbaik di Bali. Misalnya memastikan layanan kesehatan kita mampu merawat sesuai standar kesehatan yang layak,” pungkasnya. (107)

Baca juga :  Bantu Korban PHK, Pemkot Rancang Kartu Pra-Kerja

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini