Geng ABG Jadi Bibit Premanisme Jalanan

0
26
Padangsambian, DenPost

Adanya kartu anggota geng Dongki, komplotan begal yang diringkus polisi pekan lalu, justru menjadikan para pelaku kian jauh dari kasihan. Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan, menilai pembuatan kartu anggota itu sebentuk dan sebangun dengan menciptakan diri mereka sebagai embrio premanisme jalanan. “Coba bayangkan, anak umur 13 sampai 17 tahun sudah bikin kartu anggota geng? Ini kan artinya sudah terstruktur, bukan lagi hanya gaya-gayaan,” tegasnya, Sabtu (25/1).

Baca juga :  Kelayakan Karantina Dikeluhkan, Peserta Sempat Ancam Satgas

Meski gemas dengan kejahatan para pelaku, Ruddi sadar tak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya. Peranan orangtua jelas paling menentukan dalam menangkal dan mengatasi perkara semacam ini. Karena itu, dia mengajak semua pihak yakni orangtua, pemerintah, dan pengampu kepentingan lainnya untuk lebih tekun menjaga generasi muda kita.

“Dari 14 tersangka, ada tiga anak yang usianya 13 tahun yang pakai tato. Bayangkan, anak umur segitu sudah pakai tato, mau jadi apa mereka ke depan nanti? Ini bibit-bibit premanisme namanya,” sebutnya bernada prihatin.

Baca juga :  Pemecutan Gencarkan Penerapan Prokes di Pasar Rakyat

Khusus mengenai fenomena geng motor seperti Geng Dongki tersebut, Kapolresta mengimbau para orangtua jangan memberi anaknya kebebasan mengendarai sepeda motor di usia belia. Ketika diberi motor, secara psikologis anak itu akan berani ngebut untuk menunjukkan dirinya. Dari kumpul-kumpul motor, bisa bergeser menjadi merencanakan kejahatan jalanan. Atau juga malah ikut trek-trekan, yang bisa menyebabkan korban jiwa.

Sebagai pencegahan, dia memerintah jajaran untuk lebih menggencarkan patroli keliling. Bila ditemukan ada anak-anak kumpul di jalanan, polisi akan memeriksa mereka di tempat. “Memberi motor ke anak-anak itu, disadari atau tidak, orangtua membahayakan atau malah membunuh anaknya sendiri,” seru alumnus Akpol 1996 tersebut. (107)

Baca juga :  Anggota DPRD Denpasar Dites Urine

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini