Diperiksa Polisi, Geng Dongki Didampingi Orangtua

CEK BB - Kapolresta Denpasar saat mengecek barang bukti (BB) kasu spembegalan yang melibatkan 14 anggota geng Dongki.
Padangsambian, DenPost

Makin brutalnya aksi geng motor dengan anggota anak di bawah umur di jalanan, berbanding lurus dengan kian dinginnya polisi menyidik perkara mereka. Selain menahan 14 ABG komplotan geng motor Dongki yang terlibat begal, penyidik juga menghadirkan orangtua tersangka saat pemeriksaan. Hal itu diutarakan Kapolresta Kombes Ruddi Setiawan, Minggu (26/1).

Untuk diketahui, geng Dongki digulung Satreskrim Polresta Denpasar pekan lalu. Dari para anak baru gede (ABG) ini, polisi menyita sejumlah sepeda motor dan ponsel. Uang hasil kejahatan dipakai untuk membeli minuman keras.

Baca juga :  Dipantau Presiden Jokowi Secara Virtual, Pemkot Denpasar Matangkan Ini

Menurut Ruddi, orangtua tersangka dipanggil untuk menemani anaknya bertujuan ganda. Pertama, agar orangtua benar-benar paham bagaimana perilaku anaknya di luar rumah. Kedua, agar anak juga belajar bertanggung jawab atas perbuatannya. “Karena perbuatan anak yang salah, orangtua dan keluarga akhirnya ikut menanggung beban itu. Pesan ini yang ingin kami hadirkan dengan mengundang orangtua tersangka,” lugas Kapolresta.

Menimbang dampak dari kejahatan geng Dongki sangat meresahkan, terutama bagi pengguna jalan pada malam hari, Kapolresta memutuskan untuk menahan para tersangka. Apalagi pasal yang dikenakan juga cukup “mengerikan”, yakni pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, dan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan alias perampokan. Karena kedua pasal itu ancamannya di atas lima tahun, maka tersangka dapat ditahan. “Mereka kami tahan agar ada efek jera dan efek gentar bagi geng motor yang lain. Selain itu kasusnya kami tetap proses sesuai prosedur,” tandasnya. (107)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini