Rumah Di-police Line, Riska Bakal Jadi Saksi di Polda

0
10

Kuta, DenPost

Siapa yang tak waswas jika rumah impiannya di Bali untuk dijadikan investasi masa depan malah bermasalah? Itulah yang dialami Riska. Rumah milik wanita asal Yogyakarta di Royal Garden Residence (RGR), Taman Giri, Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Nusa Dua, ini di-police line (dipasangi garis polisi). Riska bukannya tidak membayar lunas rumah tersebut, tapi ada masalah di internal manajemen penjual rumah bersangkutan.

Dengan memboyong anaknya yang masih balita, Riska mendatangi manajemen perumahan tersebut di Kuta pada Sabtu (25/1) pagi. Rumah yang dibeli sejak tahun 2013 itu belum sempat ditempatinya. ‘’Saya tak mengerti kenapa rumah itu dipasangi garis polisi tanpa diberi tahu polisi,’’ ucap Riska sambil menggendong anaknya.

Baca juga :  Libur Panjang, Hunian Hotel di Nusa Dua Melonjak

Takut rumahnya jatuh ke tangan orang lain, Riska nekat terbang ke Bali untuk menanyakan permasalahannya. Dia kian galau karena dia justru bakal diperiksa sebagai saksi dalam masalah rumah yang dipasangi garis polisi. Riska rencananya diperiksa di Polda Bali pada Selasa (28/1) untuk menjelaskan duduk permasalahan mengenai kepemilikan rumah itu. ‘’Yang jelas saya sudah bayar lunas rumah tersebut dan saya bayar pajak Rp 30 juta,’’ ujarnya.

Baca juga :  Badung Perpanjang Penutupan Objek Wisata

Riska juga tidak mengerti dengan tindakan polisi mem-police line rumahnya, padahal dia sudah membayar lunas. ‘’Kalau begini, saya seolah-olah mencuri rumah milik saya sendiri,’’ ucapnya.
Dia kian khawatir dengan kedua anaknya di Yogya bersama sang suami. Belum lagi Riska mesti menunggu waktu lebih lama di Bali untuk menunggu pemeriksaan di Polda Bali.‘’Saya hanya inginkan keadilan agar rumah saya kembali ke tangan saya karena rencananya saya jual,’’ harapnya. (101)

Baca juga :  Abaikan Larangan Jam Buka, Pedagang di Jimbaran Disanksi Bersih-bersih

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini