Stok Babi untuk Galungan Masih Aman

drh. IKG Nata Kesuma

Renon, DenPost

Meskipun kasus kematian babi merebak, namun stok babi untuk hari raya Galungan dijamin aman. Itu disampaikan Dr. drh. IKG Nata Kesuma, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov Bali, Senin (27/1).

Menurutnya, stok babi aman dikonsumsi untuk Galungan karena masih banyak peternak yang disiplin menerapkan biosekuriti sehingga babinya aman dari penyakit. Ia mengatakan, kasus kematian ternak babi dalam waktu 1 (satu) bulan terakhir (Desember 2019 – Januari 2020) merebak di beberapa lokasi peternakan di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar. Tingkat kematian (mortalitas) dikatakannya mencapai 100%.

Baca juga :  Kadiskes Sebut Bali Harus Mandiri Sediakan Plasma Darah

Dijelaskan Nata, peningkatan kasus kematian yang terjadi pada akhir bulan Desember 2019 hingga minggu ke lII Januari 2020, disebabkan oleh virus. “Berdasarkan hasil investigasi di lokasi, kasus kematian ternak babi terjadi di lokasi peternakan yang rata-rata populasi babi cukup besar (20 – 300 ekor). Dengan pola pemeliharaan yang kurang intensif, antara lain pemberian pakan bersumber dari: limbah hotel, limbah roti, bahan lainnya  yang berisiko tinggi terhadap penularan kuman tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu,” paparnya.

Disamping itu juga sebagain besar peternak di lokasi kasus tidak menerapkan biosekuriti pada kandang, seperti melakukan desinfeksi dan lalu lintas orang/barang secara leluasa memasuki kandang babi.

Baca juga :  Jumat, 81 Orang Positif Covid-19 dan empat pasien meninggal di Denpasar

Untuk menangani merebaknya kasus kematian babi, kata Nata, pihaknya telah membentuk Tim Respon Cepat (TRC) yang melibatkan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah cepat terhadap setiap kasus kematian. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini