Peternak Karangasem Dilarang Ambil Bibit Babi dari Kabupaten Ini

Made Ari Susanta

Amlapura, DenPost

Memiliki populasi babi mencapai 103 ribu lebih, membuat Kabupaten Karangasem menjadi daerah potensial terancam virus ASF.  Terkait hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem melakukan serangkaian langkah antisipasi.

Kabid Peternakan, Dinas Peternakan Kabupaten Karangasem, Made Ari Susanta, mengungkapkan, pihaknya instens melakukan pengawasan pada peternak babi, pengusaha dan penjual bibit serta para jagal atau rumah potong. “Dari sektor itu, kami telah melakukan pendataan jumlah. Setelah itu menanamkan pemahaman lewat sosialisasi,” ungkapnya.

Baca juga :  Pasien Baru Covid-19 Sebanyak 313

Ditegaskannya, hingga saat ini belum ada babi di Kabupaten Karangasem yang terinfeksi virus ASF. Kendati demikian pihaknya menyosialisasikan beberapa tindakan pencegahan kepada peternak. “Pertama para peternak agar jangan mengambil bibit di 3 kabupaten yang telah terjadi wabah ASF yakni Badung, Gianyar dan Tabanan. Kedua, peternak diharapkan menjaga kebersihan kandang, khususnya melakukan penyemprotan kandang dan peralatan dengan menggunakan desinfektan,” terang Ari. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau untuk mengontrol lalu lintas orang yang keluar-masuk kandang. “Karena bisa jadi itu jadi media penyebaran, misalnya dia baru keluar dari kandang yang sempat terjadi wabah ASF. Pakaian yang digunakan bisa jadi perantara,” pungkasnya. (yun) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini