Ditanya RUU Provinsi Bali, Ini Jawaban Koster

Wayan Koster

Renon, DenPost

Masih adanya kekhawatiran sejumlah pihak bahwa RUU Provinsi Bali belum bisa dibahas di DPR RI tahun ini, memantik kegusaran Gubernur Bali, Wayan Koster. Mantan anggota Banggar DPR RI tiga periode itu menggaransi RUU dimaksud dibahas tahun 2020 ini oleh Komisi 2 di Senayan. “Siapa bilang belum masuk prolegnas? Orang tidak ngerti saja itu,” cetusnya usai upacara peletakan batu pertama kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Senin (27/1).

Baca juga :  Satpol PP Bubarkan Kerumunan Ojol dan Pemain Catur di Jl. Kaliasem

Kata dia, RUU itu masuk daftar kumulatif terbuka DPR RI, dan itu berarti setiap saat akan dibahas. Koster juga berkata sudah diundang ke Senayan pada 7 Februari mendatang mempresentasikan materi RUU tersebut. Nanti parlemen yang akan membuatkan naskah akademik sekaligus merancang undang-undangnya.

Disinggung adanya 50 RUU masuk prolegnas minus RUU Provinsi Bali, Koster hanya tertawa. Kata dia, yang 50 RUU itu produk yang berbeda, yakni masuk prioritas Badan Legislasi (Baleg). Ada juga RUU yang di luar itu yang masuk dalam prioritas masing-masing komisi. Karena itu dia mengaku tidak ada masalah jika RUU provinsi Bali tidak masuk prolegnas, lagipula suratnya sudah ada. “Saya lama di DPR, saya tahu caranya (menyusun sebuah undang-undang),” kelakar mantan politisi Senayan tersebut sambil tertawa.

Sekali lagi Koster mengeluarkan garansi bahwa RUU Provinsi Bali akan dibahas pada tahun ini. Alasannya, Mendagri sudah menyatakan setuju, Ketua Komisi 2 DPR RI juga setuju, dan bahkan Ketua DPR RI, Puan Maharani, malah sudah oke. “Ini sudah agenda konkret, tidak perlu wawa-wewe (beropini) di luar,” tegasnya. “Tinggal sekarang berdoa saja,” imbuh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. (107)

Baca juga :  Gubernur Koster Wujudkan PLTS Jalan Tol di Atas Laut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini