Empat Koperasi di Klungkung Dibubarkan

Semarapura, DenPost

Tidak semua koperasi di Kabupaten Klungkung berjalan dengan kondisi baik. Pasalnya, dari 140 koperasi yang beroperasi, ada 33 koperasi yang tidak aktif. Bahkan, empat di antaranya terpaksa dibubarkan karena tidak sanggup menjalankan usahanya. Kondisi ini diakui Kabid Kelembangaan dan Pengawasan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Klungkung, Ni Nengah Mastini, Selasa (28/1).

Menurut Mastini, 33 koperasi tersebut dinyatakan tidak aktif karena tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama tiga kali. Disamping itu, usaha yang dikelola juga tidak jalan. Mastini juga mengatakan ada empat koperasi yang minta dibubarkan karena tidak sanggup menjalankan usahanya. Koperasi tersebut, yakni Koperasi IDI, Koperasi Telkom, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Sekretariat DPRD dan satu lagi Koperasi di Desa Jungutbatu, Nusa Penida.

Baca juga :  Diberikan Setahun Sekali, Bantuan untuk ODGJ di Klungkung Dievaluasi

“Keempat koperasi sudah bersurat dan meminta untuk dibubarkan karena tidak sanggup mengelola usahanya,” ungkap Mastini.

Dengan kondisi perekonomian saat ini, Mastini menyarankan agar koperasi yang lain bisa belajar dengan Koppas Srinadi Klungkung. Apalagi sampai saat ini Koppas Srinadi masuk lima besar koperasi di Bali dengan jumlah anggota mencapai 13 ribu orang. “Koperasi lain bisa belajar dengan Koppas Srinadi Klungkung karena koperasi tersebut masih aktif dan masuk terbesar di Bali,” ungkapnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Tuntaskan Masalah Agraria Kali Unda

Ketua Pengurus Koppas Srinadi Klungkung, Ngakan Made Nata, mengatakan, sampai saat ini jumlah anggota Koppas Srinadi sudah mencapai 13 ribu orang. Dengan sembilan unit usahanya, Koppas telah memiliki aset mencapai Rp261 Miliar. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini