Koster Idamkan Transportasi Bali Saingi Singapura

Wayan Koster

Renon, DenPost

Tersedianya sistem transportasi terintegrasi dan terkoneksi seperti di Singapura, dapat menjadi jaminan pertumbuhan ekonomi di satu wilayah. Mewujudkan itu, Pemprov Bali sedang mengejar pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. “Kita mau saingin Singapura,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, Senin (27/1).

Lebih lanjut diutarakan, infrastruktur darat yang digarap yakni menggunakan jalan tol, kereta api, dan menambah jalan by-pass. Agar memperlancar akses dari barat ke timur, Jalan By-pass IB Mantra akan disambung sampai ke Karangasem. Untuk jalur Gilimanuk-Denpasar yang selama ini kerap terjadi kecelakaan, akan diatasi dengan pembangunan jalan tol. “Saya pastikan itu dibangun tol. Menteri PU sudah setuju, dan sudah juga dimasukkan dalam tata ruang. Sekarang lagi diurus di Menteri Pertanahan,” urai Ketua DPD PDIP Bali itu.

Baca juga :  Jelang PKM, Pasar Anyar Sari Sepi

Kata Koster, tahun 2020 feasibility study (FS) atau studi kelayakan proyek tersebut oleh swasta sudah final, dan dinilai layak dari segi bisnis menurut swasta. Bila dinilai tidak layak, sebutnya, swasta tidak akan berani mengambilnya. Selain itu, sebagai pejabat Koster tidak mau membuat kebijakan yang mengakibatkan perusahaan bangkrut atau merugi. Swasta juga yakin bisa break even point alias kembali modal atau untung. Tol dari Gilimanuk ke Denpasar itu, sambungnya, dibuat bertahap. Tahap pertama pada awal 2021 sudah mulai dibuat sepanjang 40 kilometer.

Bagaimana dengan moda transportasi Light Rapid Transit (LRT) atau kereta trem? “Kalau LRT itu sudah matang, tinggal sekali lagi presentasi, selesai sudah. Dari Kuta, Sanur, Mengwi, ke bandara terintegrasi di bawah tanah. Kereta api dari utara ke selatan lingkar Bali. Bisa atas, bisa bawah,” pungkasnya. (107)

Baca juga :  Sekda Bali Cek Sarana dan Prasarana SMAN 7 Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini