Bedah Perda Desa Adat, Kapolres Ajak Masyarakat Tak Arogan

FGD - Fokus Grup Discussion (FGD) Dalam Rangka Membedah Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat dan Implementasi Pelaksanaanya, Selasa (28/1).

Mengwi, DenPost

Polres Badung menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) Dalam Rangka Membedah Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat dan Implementasi Pelaksanaanya, Selasa (28/1). Dalam kesempatan itu, Kapolres Badung, AKBP Roby Setiadi, mengimbau masyarakat tidak menjadi arogan karena menyalahartikan Perda tersebut. “Melalui Perda tersebut, tentunya desa adat di Bali khususnya di Badung menjadi kuat. Bukan malah menjadikan masyarakat arogan,” ujarnya.

Dalam diskusi yang dihadiri FKUB Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet; Dosen Universitas Saraswati Denpasar, Ni Komang Sutrisni dan Sekretaris Dinas Kebudayaan Badung I Komang Sutama; Roby mengungkapkan Perda Desa Adat bisa menjadi kebanggaan masyarakat Bali. “Selain itu, melalui diskusi ini yang melibatkan seluruh bendesa adat di Badung, kami berharap tidak terjadi konflik horizontal di dalam masyarakat. Terlebih di Badung akan menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kami berharap acara ini dapat membuat kegiatan Pilkada di Badung berjalan aman dan lancar, ” tegasnya.

Baca juga :  Teman Giriasa Ajak Masyarakat Bersama Membangun Badung

Dilanjutkannya, perda yang menjadi topik pembicaraan, untuk mencegah pungutan terhadap masyarakat lain yang merugikan banyak pihak. Jika dibiarkan, hal itu bisa muncul perlawanan hingga terjadi permasalahan baru. “Diharapkan dengan adanya FGD ini kita bisa menemukan pemahaman dan kajian yg sama terhadap Perda itu,” ucapnya.

Sementara Ida Penglisir Agung Putra Sukahet mengatakan, Perda adat untuk merangkum semua yang ada di masing-masing adat berkaitan dengan pararem dan awig-awig. Termasuk untuk menjaga keutuhan NKRI maka desa adat juga diperketat. “Tujuan dari Perda No 4 yaitu untuk menguatkan desa adat, membangun Bali menuju keutuhan NKRI, dengan diperkuatnya desa adat tentunya dapat memperkuat dan menjaga nilai-nilai agama yang ada di Bali,” bebernya.  (124)

Baca juga :  Ketagihan Nyabu, Alasannya untuk Kuat Begadang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini