Robohkan “Penunggun Karang” dengan Kaki, Bule Denmark Berstatus Tersangka

Singaraja, Denpost
Kasus Warga Negara Asing (WNA) asal Denmark, berinisial LC (52) yang terekam camera saat merobohkan “penuggun karang” di rumah Ni Luh Sukerasih (44) di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, pada Selasa (15/10) tahun 2019 lalu bergulir.
Kini, terlapor Lars Cristensen statusnya sudah tersangka. “Statusnya sudah tersangka, tetapi belum ditahan karena masih proses mencari penterjemah,” ucap Nengah Sukardika,SH  selaku kuasa hukum Ni Luh Sukerasih, Selasa (28/1) sore usai menantakan kasus iru ke Mapolres Buleleng.
Dia datang ke Mapolres Buleleng bersama Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, Kelian Adat Kalibukbuk, Gede Subrata dan PHDI Kalibukbuk, Ida Bhawati Ketut Samiada.
Mereka menanyakan kelanjutan kasus pelecehan simbol keagamaan itu.
Seperti diberitakan, dalam rekaman video berdurasi 36 detik, LC merusak pelinggih penunggun karang dengan cara ditendang menggunakan kaki kanan hingga bangunan pelinggih itu roboh.
Perusakan ini juga disaksikan oleh salah seorang wanita, yang diduga merupakan istri baru LC, asal Banyuwangi. Usai merobohkan pelinggih penunggun karang, LC bersama istrinya pun bergegas meninggalkan rumah tersebut.
“Video yang terlihat kan hanya saat dia sedang merusak pelinggih penunggun karang. Namun sejatinya, pelinggih ganesha saya juga dirusak. Daksina dan wastra yang ada di pelinggih penunggun karang dilempar ke kolam. Memang saat kejadian rumah dalam keadaan sepi,” ucap Sukerasih kala itu.
Dia pun melaporkan kasus itu ke Polres Buleleng.
Sukerasih menuturkan, LC sudah lima tahun bercerai dengannya. Sejak pisah itu, LC sebut  lebih sering tinggal bersama istri barunya, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sesekali LC datang bersama istri barunya itu ke Buleleng, namun menginap di salah satu villa milik Sukerasih, yang katanya kini telah dibalik nama menjadi milik LC.
Saat perusakan pelinggih itu terjadi, Sukerasih mengaku sedang tidak berada di rumah. Kala itu, ia menginap di rumah kakaknya  di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Hingga pada Selasa (15/10) sore sekira pukul 15.30 wita, Sukerasih mendapatkan kabar dari tetangganya, yang mengatakan bila sang mantan suami merusak pelinggih-pelinggih yang ada di rumahnya tersebut. Mengingat posisi Sukerasih saat itu cukup jauh dari rumahnya, ia pun meminta kepada sang tetangga untuk merekam seluruh tindakan yang dilakukan oleh LC.
Tak terima dengan kejadian ini, Sukerasih langsung melaporkan kasus ini ke Mapolres Buleleng, pada Selasa (15/10) sekira pukul 17.00 wita.
Atas laporan itu, pada Rabu (16/10) pagi, polisi datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.
Nah, usai melakukan olah TKP itu, tepatnya pada sore hari, Sukerasih mendapatkan jika pelinggih miliknya sudah dalam kondisi baik.
“Saya tanya lagi ke tetangga, katanya pelinggih itu diperbaiki oleh mantan suami saya sendiri. Dia bawa tukang ke rumah untuk memperbaiki pelinggih-pelinggih itu,” ungkapnya.
Menurutnya, meski pelinggih sudah diperbaiki. Pihaknya akan tetap melanjutkan kasus ini ke polisi.
“Saya sebagai umat Hindu tidak terima tempat ibadah saya dirusak,” tegasnya.(118)
Kuasa Hukum bersama rombongan saat diterima Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa,S.H.S.IK Selasa (28/1) kemarin.(ist)
Baca juga :  Dipantau Presiden, Vaksinasi Covid-19 di Buleleng Diikuti Ratusan Orang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini