Jelang Pelimpahan, Penyelundup SS asal Chili Kembali Berakting Gila

Tersangka pembawa SS asal Chili, Pablo Martin Vergara Varas,

Kereneng, DenPost

Agar bisa lolos dari jeratan hukum, pria asal Chili, Pablo Martin Vergara Varas yang menyelundupkan sabu-sabu (SS) cair mengaku mengindap penyakit jiwa. Dengan alasan tersebut, pengusaha kaya raya di negaranya itu meminta kasusnya dihentikan dan agar segera dipulangkan ke negaranya.

Informasi dihimpun, berbagai upaya sudah dilakukan Pablo diantaranya pura-pura gila dan minta ditempatkan di kamar VIP RS Wing International RSUP Sanglah untuk menghindari penahanan di Rutan Polda Bali. “Sudah hampir sebulan Pablo ini dirawat di RS Sanglah dengan pengawalan ketat kepolisian,” ujar sumber di kepolisian, Rabu (29/1).

Baca juga :  Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 30 Ekor Penyu Hijau

Biaya yang dikeluarkan Pablo untuk menempati kamar di Wing International RSUP Sanglah tidaklah sedikit. Kabarnya, Pablo harus merogoh kocek lebih dari Rp 5 juta perhari untuk menempati kamar tersebut. “Biaya tersebut sudah termasuk sewa kamar dan biaya dokter yang melakukan pengecekan setiap hari,” bebernya.

Meski dokter sudah menyatakan jika Pablo tidak mengalami gangguan jiwa serius, namun Pablo masih dibiarkan menjalani perawatan di Wing International RSUP Sanglah sambil menunggu pelimpahan ke Kejaksaan. Pihak penyidik kepolisian sendiri kabarnya sudah menyiapkan pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Namun terpaksa ditunda karena Pablo yang kerap berulah pura-pura gila. “Diawal pemeriksaan kan biasa ditanya apakah tersangka dalam keadaan sehat. Kalau sehat baru dilanjutkan pemeriksaan. Nah, Pablo ini pemeriksaan sudah selesai sampai P-21 baru bilang kalau dia gila,” pungkas sumber.

Baca juga :  Massa Bergerak, Aparat Siaga

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta juga membenarkan terkait berkas Pablo yang sudah lengkap dan siap dilimpahkan. Namun Sutarta mengaku masih menunggu kondisi Pablo stabil. “Sudah P-21 dan tinggal pelimpahan. Tapi Pablo katanya sering ngamuk-ngamuk makanya pelimpahan ditunda,” beber Sutarta yang mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi soal kondisi Pablo yang mengalami gangguan kejiwaan.(124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini