Hektaran Tanaman Jagung di Nusa Penida Diserang Ulat

 

Semarapura, DenPost

Tidak hanya kesulitan air, warga Nusa Penida, Klungkung mulai kesulitan menanam jagung. Pasalnya, hektaran tanaman jagung di wilayah kepulauan tersebut diserang hama ulat. Parahnya, ulat memakan tanaman jagung yang mulai bertunas. Akibatnya, pertumbuhan tanaman jagung tak optimal. Kondisi ini pun membuat para petani merugi, bahkan terancam gagal panen. Kondisi inipun diakui Perbekel Bunga Mekar, Wayan Yasa, Kamis (30/1).

Menurut dia, serangan hama ulat sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Kondisi inipun membuat petani kelimpungan. Apalagi umur tanaman jagung yang dimakan ulat baru dua bulan. Hama ulat juga tidak hanya memakan tunas yang baru tumbuh, namun seluruh daun sehingga membuat tanaman jagung jadi kerdil dan gagal berbuah. “Hampir semua tanaman jagung di Nusa Penida mengalami kondisi sama. Bahkan luas tanaman jagung yang dimakan hektaran lebih,” bebernya.

Wayan Yasa juga mengaku tidak tahu persis penyebab tanaman jagung petani banyak diserang ulat. Justru dia melihat fenomena baru kali pertama terjadi. Karena sebelum-sebelumnya ulat hanya ditemukan pada buah jagung yang sudah siap panen. Itupun jumlahnya tak banyak dan jagung masih bisa dijual ataupun dikonsumsi. “Dulu ada ulat, tapi hanya pada jagung yang sudah bisa dipanen. Saat kulitnya dibuka, ada ulat seperti itu di dalamnya. Tapi kalau ulat yang sekarang, jagung belum berbuah tapi tunasnya sudah dimakan,” ungkapnya.

Baca juga :  Mobil Perpustakaan Keliling Klungkung Tawarkan Kupon Berhadiah

Dengan kondisi tersebut, petani jagung tidak bisa berbuat banyak. Ada yang membiarkan tanaman jagungnya dimakan ulat karena masih mengandalkan dari hasil tanam kacang dan ketela. Ada juga yang berupaya menyemprotnya dengan obat zat kimia sejenis insektisida yang diberikan oleh petugas Dinas Pertanian. Namun setelah obat habis, serangan ulat justru terjadi lagi. Wayan Yasa juga memperkirakan petani bakal gagal panen. Apalagi setelah melihat tanaman jagung yang seperti tidak memiliki harapan untuk tumbuh. (119)

Baca juga :  Setelah Ada Warga Kusamba Positif, Kapal Cepat Stop Operasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini