Arak Dilegalkan, Sebagian Produsen Malah Khawatir 

TRADISIONAL - Pembuatan arak tradisional di Karangasem.

Amlapura, DenPost

Wacana melegalkan minuman tradisional arak oleh Gubernur Bali Wayan Koster, menimbulkan pro-kontra di masyarakat Karangasem, khususnya para produsen arak. Sebagian menyambut baik upaya legalitas tersebut. Namun, sebagian lagi justru khawatir, salah satunya produsen arak asal Sidemen, Putu Karmayasa.

Menurutnya, jika arak dilegalkan, maka akan menimbulkan permasalahan baru, khususnya bagi para produsen arak. “Ini akan menimbulkan masalah baru bagi penjual dan perajin yang masih tradisional,” ungkapnya.

Baca juga :  KPU Karangasem Verifikasi Berkas Paslon

Dengan pelegalan produk arak, otomatis banyak wilayah yang akan melirik potensi tersebut. Produsen arak Sidemen, yang selama ini getol memperjuangkan keberadaan arak tradisional, bisa saja terpinggirkan. Potensi pabrik-pabrik besar akan muncul, dan kondisi petani tradisional bisa tergilas. “Jika terjadi persaingan, maka akan rentan ada pengoplosan dan pemalsuan,” imbuhnya.

Sejatinya, Karmayasa tak sepenuhnya menentang legalitas arak tersebut, tapi harus dibarengi dengan regulasi yang jelas. Selain itu tetap memberikan prioritas kepada perajin arak tradisional.

Baca juga :  Tertimpa Longsor Saat Gempa, Satu Warga Jatituhu Meninggal, 7 Terluka

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem I Wayan Supandi mengungkapkan, para petani tak perlu khawatir dengan upaya legalitas arak tersebut. Pasalnya branding arak Karangasem, yang selama ini dikenal tak, mungkin dapat tergilas. “Akan disiapkan kelembagaan tani, kelembagaan usaha, serta kelembagaan pemasaran. Jika memungkinkan juga dibentuk tempat pemasaran oleh-oleh arak Karangasem,” ungkapnya menyakinkan. (yun)