Curi Pisang, Pasutri Digerebek Warga

Tabanan, DenPost
Pasangan suami-istri (pasutri) maling pisang, I Made Narda Yasa (46) dengan Ni Wayan Asti Mayuni (44), terpaksa harus berurusan dengan kepolisian. Mereka tepergok saat beraksi, dan kemudian digerebek warga di Banjar Dinas Gempinis Kauh, Desa Dalang, Kecamatan Seltim, Kamis (30/1).
Pasutri beralamat di Desa Kukuh, Marga, pun mengakui perbuatan tersebut. Bahkan, mereka pun mengaku telah melakukan aksi serupa di tiga lokasi berbeda di sekitar desa tersebut.
Kasus itu terungkap sekitar pukul 10.00. Ketika itu, saksi I Made Dian Saputra (26) melihat kedua pelaku melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih-biru
nopol DK 5430 FO. Saksi mengatakan sempat curiga dengan gerak-gerik mereka, apalagi mereka bukan warga Gempinis, namun sering terlihat melintas di sekitar Gempinis.
Atas kecurigaan tersebut, saksi kemudian mengikuti kedua pelaku sampai di tegalan milik I Wayan Budiasa Giri (49). Kedua tersangka dilihat secara bersama-sama masuk ke dalam tegalan, sementara saksi memanggil beberapa warga dan pemilik lahan (korban).
Selang beberapa saat kemudian, kedua orang tersebut keluar dari tegalan, sambil membawa sebuah karung. Mereka terkejut dan tak menyangka jika tiba-tiba digerebek warga.
Warga kemudian memeriksa pasutri tersebut, dan ternyata menemukan beberapa sisir buah pisang berbagai jenis di dalam karung yang dibawa kedua tersangka. Warga pun mendengar pengakuan mereka bahwa pisang dalam karung itu diambil dari tegalan milik I Wayan Budiasa Giri. Atas dasar tersebut, warga kemudian menghubungi petugas Polsek Seltim, guna
proses hukum lebih lanjut.
Saat pemeriksaan di Polsek Seltim, kata Kapolsek Seltim, AKP IB Ketut Mahendra, kedua pelaku beraksi dengan modus operandi memasuki tegalan korban tanpa izin, kemudian memotong batang pisang untuk diambil buahnya.
“Dari pengungkapan kasus ini, kami menyita sejumlah barag bukti. Antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat putih-biru nopol DK 5430 FO beserta kunci kontak dan STNK, satu buah karung bekas pakan ternak warna putih, sebuah sabit dengan gagang besi hitam, 14 sisir buah pisang terdiri atas enam sisir pisang susu, empat sisir pisang mas, dan empat sisir pisang raja. Selain itu juga uang tunai Rp 135.000 hasil penjualan janur (busung) curian,” ujar Mahendra.
Sementara beberapa warga mengatakan, di sekitar desanya juga sering kehilangan buah pisang dan janur di tegalan, juga dengan modus yang sama. “Kejadian serupa sebelumya kemungkinan juga dengan pelaku yang sama, dan hal ini meresahkan warga,” ujarnya. (121)

Baca juga :  Pria Paruh Baya Tewas Terperosok di Jurang