Prof.Bandem Peroleh Penghargaan dari Jepang

0
15
TERIMA ANUGERAH - Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., menerima anugerah yang diserahkan Konjen Jepang untuk Wilayah Bali–Nusa Tenggara, Hirohisa Chiba, di kediaman resmi Konjen Jepang di Renon, Jumat (31/1) kemarin. DenPost/ist

Renon, DenPost

Pemerintah Jepang, Jumat (31/1) kemarin menyerahkan anugerah bintang jasa untuk musim gugur tahun ini kepada Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., akademisi dan budayawan terkemuka di Indonesia. Anugerah itu diserahkan Konsul Jenderal (Konjen) Jepang untuk Wilayah Bali–Nusa Tenggara, Hirohisa Chiba, di kediaman resmi Konjen Jepang di Renon.

Sebelumnya pada 8 September 2017, pria kelahiran Desa Singapadu, Gianyar, pada 22 Juni 1945 in, juga menerima penghargaan dari Menteri Luar Negeri  Jepang. Penghargaan Menlu Jepang yang diberikan itu berkat dedikasi dan jasa Bandem  dalam bidang seni budaya  yang mampu mempererat hubungan Jepang dan Indonesia, khususnya Bali.  Bandem dinilai sebagai seniman sejati dan dia sering ke Jepang untuk melakukan riset di bidang seni tari  dan belajar tentang budaya Jepang.

Baca juga :  Sang Gede Sukawiyasa Jabat Kepala BNN Kota Denpasar

Sedangkan penghargaan bintang tanda jasa  The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon yang diterima Bandem, Jumat kemarin, karena pendiri Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali dan pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Denpasar, ini dinilai memberikan kontribusi sangat besar dalam pertukaran akademis serta peningkatkan saling pengertian antara Jepang dengan Indonesia.

Atas penghargaan ini, Bandem mengaku sangat bahagia karena misinya meningkatkan hubungan kedua negara tercapai. Selain itu, dia berbahagia karena meningkat hubungan di bidang pendidikan, khususnya teknologi informasi. Para mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu untuk jenjang S2 dan S3 diberikan kesempatan belajar di Jepang. ‘’Kita juga bergembira karena di bidang information technologi (IT) kita bisa mengirim tenaga magang untuk memperdalam bahasa Jepang yang baik. Bahkan kami bisa mengadakan kerja sama untuk mengambil gelar bersama-sama dengan salah satu universitas di Tokyo,’’ bebernya.

Baca juga :  Perda No.3 Tahun 2020, Semangat Baru Evaluasi Tata Ruang Bali

Sedangkan untuk pertukaran misi kesenian kedua negara, Bandem mengatakan memang tak ada lagi even-even besar seperti Expo. Walau demikian, kelompok kecil misi kesenian Bali tetap mengadakan pementasan di Jepang. Begitu juga Jepang sering ikut memeriahkan PKB di Bali setiap tahun.

Konjen Jepang untuk Wilayah Bali–Nusa Tenggara, Hirohisa Chiba, menambahkan penghargaan yang diberikan kepada Prof.Bandem sangat bernilai bagi hubungan baik Jepang-Indonesia. Dia berharap, penghargaan semacam ini juga dapat meningkatkan hubungan pendidikan dan seni-budaya kedua negara yang selama ini terjalin sangat baik. (101)

Baca juga :  Di Buleleng, Seorang Positif Terpapar dari PDP Kode 80