Beberapa Daerah yang Potensial Longsor Tinggi di Bali

Renon, DenPost
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI mengeluarkan menerbitkan peta perkiraan gerakan tanah (longsor) pada Februari. Untuk di Bali hanya Kota Denpasar yang tidak memiliki daerah yang potensi terjadi tanah longsor.
Peta perkiraan tanah longsor di Bali dikirim ke Gubernur Bali, 31 Januari 2020. Ditandatangani Kepala Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Ir. Kasbani, M.Sc.
Di Kabupaten Badung, Kecamatan Abiansemal, ada potensi gerakan tanah yang tergolong menengah sampai tinggi. Kuta Selatan menengah-tinggi. Kuta Utara menengah, Mengwi menengah-tinggi, Petang menengah-tinggi.
Untuk kabupaten Bangli tercatat Kecamatan Bangli, Kintamani, Susut, dan Tembuku, berpotensi gerakan tanah antara menengah sampai tinggi. Sedangkan di Buleleng yakni Kecamatan Banjar, Busungbiu, Gerokgak dan Kecamatan Seririt, punya potensi gerakan tanah menengah sampai tinggi. Juga berpotensi banjir bandang berupa aliran bahan rombakan.
Di Kecamatan Buleleng, untuk Kubutambahan, Sawan, Sukasada, dan Tejakula, berpotensi gerakan tanah menengah-tinggi. Sedangkan di Gianyar, di semua kecamatan mulai Blahbatuh, Gianyar, Payangan, Samplangan, Sukawati, Tampaksiring, Tegallalang dan Ubud potensi gerakan tanah mulai menengah dan tinggi. Demikian juga di Kabupaten Jembrana, potensi gerakan tanah di lima kecamatan yakni Jembrana, Mendoyo, Melaya, Negara, dan Pekutatan mulai menengah sampai tinggi.
Kabupaten Karangasem ada di Kecamatan Abang, Bebandem, Kubu, Karangasem, Rendang, dan Selat, berpotensi gerakan tanah (longsor) menengah-tinggi. Juga berpotensi terjadi banjir bandang/aliran bahan rombokan. Sedangkan di Manggis dan Sidemen berpotensi terjadi gerakan tanah menengah, tapi berpotensi banjir bandang/aliran bahan rombakan.
Di Klungkung, Kecamatan Dawan dan Klungkung potensi gerakan tanah menengah-tinggi. Berpotensi banjir bandang/aliran bahan rombakan. Sedangkan di Kecamatan Banjarangkan dan Nusa Penida berpotensi gerakan tanah menengah-tinggi.
Di Kabupaten Tabanan, potensi gerakan tanah menengah-tinggi ada di Kecamatan Penebel dan Selemadeg Timur. Juga berpotensi banjir bandang/aliran bahan rombakan. Di Kecamatan Kerambitan ada potensi gerakan tanah menengah tapi berpotensi banjir bandang/aliran bahan rombakan. Sementara di Baturiti, Marga, Pupuan, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Tabanan potensi gerakan tanah menengah sampai tinggi. Hanya di Kecamatan Kediri potensi gerakan tanah tergolong menengah. (106)

Baca juga :  Di Tengah Pandemi Virus Corona, Pengusaha Serahkan Bantuan untuk Wartawan