Berlanjut, Kematian Babi di Gianyar

Berlanjut, Kematian Babi di Gianyar
Berlanjut, Kematian Babi di Gianyar

Berlanjut, Kematian Babi di Gianyar
Gianyar, DenPost

Kasus kematian babi secara mendadak dan beruntun kembali terjadi di Kabupaten Gianyar. Setelah 70 ekor babi milik warga Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar, mati mendadak,  kali ini dialami peternak babi, I Nyoman Supata, di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud,Gianyar, Minggu (2/2/2020).

Semua babinya yang mati lalu dikubur. Supata diperkirakan rugi mencapai Rp25 juta. Dia mengatakan bahwa sebelummati, babinya sakit. Hal itu ditandai dengan tidak mau makan. Sejak empat hari belakangan, babinya mati mendadak secara bertahap. Awalnya empat ekor, kemudian dua ekor. Selain babi miliknya, babi milik tetangganya juga sama. Tapi jumlahnya yang lebih sedikit.

Baca juga :  Kapolsek Gianyar Cek Swab Antigen Pengusung Ogoh-ogoh

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Fetrinear (Keswan Kesmas Fet) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Santi Arka Wijaya, seizin Kadis Pertanian I Made Raka, mengatakan bahwa pihaknya masih mendata jumlah kematian babi di Kabupaten Gianyar. Pendataan telah dilakukan oleh masing-masing UPT Keswan yang ada di masing-masing kecamatan. Dengan demikian data yang didapatkan lebih rinci dan pasti. “Kalau di yang terjadi di wilayah Sayan, Ubud itu berawal dari peternak babi di Banjar Baung, Desa Sayan. Babi-babi milik peternak saat itu mati mendadak. Apakah itu terpapar virus african swine fever (ASF) atau bukan? Kami tidak bisa memastikannya dulu, karena belum ada laporan,”katanya.(116)