Gunakan Pakan Limbah Hotel, 50 Peternak Babi Berisiko Tertular Penyakit

Gunakan Pakan Limbah Hotel, 50 Peternak Babi Berisiko Tertular Penyakit
CEK KANDANG BABI - Wabup Klungkung Made Kasta bersama tim Keswan dari Dinas Pertanian mengecek kondisi kandang dan tukang jagal babi di Banjarangkan, Senin (3/2/2020). DenPost/wia

Semarapura, DenPost
Berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkung dalam hal ini Dinas Pertanian untuk mengantisipasi munculnya kasus kematian babi secara sporadis. Pada Senin (3/2/2020), dipimpin Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, tim Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian turun mengecek kandang peternak dan tempat pemotongan babi di Banjarangkan. Data yang diperoleh petugas,50 peternak babi berisiko tertular penyakit sebagaimana mewabah di Bali.
Kadis Pertanian Klungkung, IB Juanida, mengatakan pengecekan ke kandang peternak babi sudah rutin dilakukan. Dia tidak menampik ada 50 peternak yang berisiko tertular penyakit tersebut. Dari 50 peternak itu, 26 di antaranya menggunakan pakan ternak dari sisa makanan di hotel dan restoran. “Dari ke-26 peternak ini, 25 peternak di Nusa Penida menggunakan limbah hotel untuk pakan. Tapi risikonya kecil tertular karena daerahnya terisolasi,” tegasnya.
Menurut IB Juanida, sebenarnya peternak tidak masalah menggunakan limbah hotel sepanjang makanan sisa tersebut dimasak dengan benar yakni di atas suhu 100 derajat. Pihaknya kembali menekankan bahwa virus ASF tersebut tidak menular kepada manusia. “Masyarakat juga tidak perlu khawatir memakan daging babi asalkan dagingnya dimasak dan diolah dengan benar,” tandasnya.
Wabup Made Kasta minta kepada peternak maupun tukang jagal agar menjaga kebersihan kandang. Dia minta warga agar untuk sementara waktu tidak mengambil babi dari wilayah yang terindikasi kena penyakit. “Jangan sampai karena hanya mencari untung malah semuanya dirugikan,” tandas Kasta. (119)

Baca juga :  SWRO Akan Dikelola Pihak Ketiga, PDAM Diminta Ini