Serangan Lalat Buah Mengganas, Produksi Cabai Merosot 

0
21
BUSUK - Cabai milik petani di Kintamani banyak yang busuk akibat diserang lalat buah. DenPost/antarini

 

Bangli, DenPost

Di tengah melejitnya harga cabai, serangan hama jenis lalat buah kian mengganas menyerang tanaman cabai. Akibatnya produksi cabai merosot tajam hingga 45 persen. Harga cabai di pasaran kian melambung, terlebih menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

Pada umumnya petani cabai merah mengalami kesulitan mengatasi serangan lalat buah karena gejala dan kerusakan terlihat pada saat buah cabai menjelang matang atau merah. Lalat buah bactrocera papayae sering menyerang tanaman cabai pada musim penghujan. Lalat buah biasanya mengincar buah yang mulai masak, seperti di Yeh Mampeh, Batur, Kintamani, Bangli.

Baca juga :  Polsek Sukawati Bekuk Dua Pembobol Brankas

Menurut seorang petani cabai, Wayan Karta, serangan lalat buah terjadi sejak sebulan terakhir. Makin hari, serangan hama tersebut kian mengganas, hingga menghancurkan hampir semua tanaman buah dan cabai yang dia tanam.  “Mulanya di buah-buahan seperti di mangga, alpukat, dan nangka. Setelah itu, lalat menyerang cabai. Ciri-cirinya, ada bintik-bintik hitam pada buah,” sebut Karta, Selasa (4/2/2020).

Kondisi cabai itu seketika menjadi busuk di pohon. Dari 20 are tanaman cabai yang dimiliki Karta, hanya 45 persen yang bisa dipanen. “Produksinya turun drastis, lebih banyak yang busuk,”keluhnya.

Baca juga :  Tiga Kapal yang Diduga Angkut Babi Selundupan Diamankan Polisi

Untuk saat ini harga cabai rawit di tingkat petani, lanjut Karta, mencapai Rp100 ribu hingga Rp105 ribu per kg. Menjelang hari raya Galungan, kemungkinan harga capai bisa mencapai Rp125 ribu per kg dan di pasaran mencapai Rp150 ribu per kg. “Kalau kondisi seperti sekarang kami akui tetap ada untung, tapi sedikit. Biaya produksi dan perawatannya juga tinggi. Apalagi produksinya menurun,” pungkas pria yang sudah menjadi petani cabai sejak tahun 1999 ini. (128)

Baca juga :  Pantau Perayaan Natal, Kapolres Ingatkan Jemaat Patuhi Prokes