PDAM Bangli Tak Kunjung Pasang ‘’Water Meter’’

TINJAU AIR TERJUN - Bupati Bangli I Made Gianyar saat meninjau air terjun Tukad Krisik, Tembuku, sebagai langkah rencana penarikan kontribusi imbal jasa air, beberapa waktu lalu. DenPost/antarini

Bangli, DenPost

PDAM Kabupaten Bangli hingga kini tak kunjung memasang water meter di sejumlah sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh PDAM kabupaten lain. Padahal, pemasangan water meter tersebut akan dijadikan alat ukur dan sebagai dasar Bupati Bangli untuk bersurat ke bupati/walikota yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Bangli. Bangli akan menuntut kontribusi imbal jasa lingkungan tersebut. Lebih-lebih ini dirancang sejak tauun 2019.

Direktur PDAM Bangli, Dewa Gede Retno Suparso Mesi, mengatakan pemasangan alat tersebut diperkirakan baru bisa dilakukan tahun 2021. Tak dijelaskan secara pasti kenapa tak segera dilakukan pemasangan. Direktur anyar ini hanya menegaskan, pemasangan alat tersebut akan dilakukan di lima titik.

Baca juga :  Korwil Noto Rogo Tabanan Diamankan Polisi

“Kemungkinan dipasang tahun depan,”jawabnya saat dimintai konfirmasi Selasa (4/2/2020).

Kabag Teknik PDAM Bangli, IB Perenawa, mengaku tahun ini belum ada rencana pemasangan water meter seperti yang diharapkan Bupati Bangli. Kata dia, pemasangan water meter sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020, baru dilakukan di dua titik, namun hanya untuk mengukur penggunaan air di wilayah Bangli. Sedangkan untuk pemasangan water meter untuk mengetahui penggunaan air Bangli ke kabupaten lain, belum bisa dilaksanakan. “Pada tahun ini, belum dianggarkan,” ungkapnya.

Untuk mengingatkan sejatinya, Bupati Bangli I Made Gianyar pada tahun 2019 turun ke sejumlah titik sumber mata air yang dipergunakan kabupaten lain. Salah satunya di Tukad Krisik, Tembuku, yang sumber airnya dipergunakan Kabupaten Klungkung.  “Perjuangan Kabupaten Bangli untuk mendapat kontribusi jasa lingkungan dari kabupaten lain harus dilakukan dan didukung semua pihak. Hitung-hitungannya harus jelas dulu. Langkah paling dekat dan terukur agar perjuangan tidak mubazir. Untuk sementara yang paling jelas bisa diukur yakni pemanfaatan air untuk PDAM kabupaten lain. Misalnya, PDAM Klungkung dan PDAM Gianyar,” urainya ketika dihubungi via telepon.

Baca juga :  Temuai Kapolda, PHDI Bali Bakal Laporkan Desak Made Dharmawati

Karena itu, Bupati Bangli Made Gianyar kembali menegaskan instruksinya kepada PDAM Bangli yang harusnya segera menindaklanjuti pemasangan water meter tersebut. Caranya, kata Made Gianyar, di ujung pipa di lokasi pengambilan air ke kabupaten lain yang selama ini langsung masuk pipa PDAM lain, dibuatkan meteran. “Dengan pemasangan water meter itu, kami juga sejatinya membantu kabupaten lain. Setidaknya bisa mengukur tingkat kebocoran yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Baca juga :  Disetubuhi, Laporkan Bapak Asuh ke Polres Tabanan

Menurut dia, kebocoran bisa disebabkan ada pipa rusak atau karena SDM. “Kalau di Bangli sudah ada meterannya, per harinya tentunya akan diketahui penggunaannya dan tingkat kebocoran yang mungkin terjadi. Misalnya air dari Bangli per hari masuk 1.000 liter. Ternyata yang terjual 500 liter kan bisa diketahui. Karena di hulu ada pengukuran dan dihilir juga ada pengukurannya. Selama ini pengukurannya hanya dihilir,” imbuh pejabat asal Bunutin, Kintamani ini. (128)