Babi Banyak Mati, Peternak di Badung Beralih Jadi Buruh Bangunan

KUBUR BABI - Peternak di Bali hendak mengubur babi mati akibat terserang virus misterius selama bebepara pekan terakhir ini. DenPost/dok

Mangupura, DenPost

Para peternak babi di Kabupaten Badung sangat terpukul dengan adanya wabah yang menyerang babi mereka beberapa pekan ini. Apalagi  menjelang perayaan hari raya Galungan, babi mati terus menjalar. Dampak dari musibah tersebut, para peternak babi untuk sementara waktu tidak mau memelihara babi lagi sebelum vaksin untuk mengantisipasi wabah misterius yang melanda 564 ekor babi. Para peternak terpaksa alih profesi lantaran tidak mau berani ambil risiko beternak kembali.

Baca juga :  Bali Resmi Turunkan Harga RT-PCR, Lab dan Klinik Mesti Menyesuaikan

Salah satu peternak babi dari Banjar Semana, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung, Made Sudiarta, mengaku terpaksa kembali bekerja di proyek di Ubud. Pria yang memelihara 25 indukan babi itu mengaku tidak bisa melanjutkan usahan sebagai peternak babi dengan waktu cepat, lantaran wabah tersebut belum ada solusinya.“Bagaimana lagi, belum ada solusi. Masak hasil labnya tidak dikeluarkan,” tegasnya, Selasa (4/2/2020).

Dia berharap agar pemerintah setempat cepat menangani wabah tersebut. Pasalnya sebulan wabah ini berlalu belum juga ada solusi dan terkesan  sampai berlarut-larut. “Kalau sampai berlarut, seperti saya yang mata pencaharian dari beternak babi kan susah. Bahkan 60 persen penghasilan saya dari ternak babi,” jelasnya.

Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gde Asrama mengaku belum bisa berbuat banyak terkait wabah kematian babi tersebut. Terkait hasil lab, pihaknya menyerahkan ke BBVet Denpasar.

Baca juga :  Koster Pertegas Syarat Masuk Bali, Juga Larang Pesta Tahun Baru

Pihaknya menyarankan bagi peternak yang kandangnya sudah kosong, untuk sementara waktu jangan memasukkan bibit dulu sampai penyakit tersebut terkendali. Sayang dia tidak bisa menjawab sampai kapan situasi ini berlangsung. “Kita lihat satu siklus produksi atau situasi penyakit di lapangan dulu,” tegasnya.

Mengenai jumlah total babi yang mati di Badung, Asrama tidak berani banyak berkomentar. Dia malah menyarakna wartawan konfirmasi ke Dinas Pertanian Provinsi Bali. “Biar satu pintu informasi dan datanya,”  pungkas Asrama. (115)

Baca juga :  Hendak Pulang, Hanyut, Nenek Muklon Ditemukan Tewas