Pengusaha di Bandara Ngurah Rai Mulai Terdampak

0
6
KENAKAN MASKER - Selain Petugas Bandara Nghurah Rai, para penumpang yang tiba di Bali pun mulai mengenakan masker. DenPost/sugiadnyana

DAMPAK dihentikannya penerbangan dar/ke Tiongkok akibat virus corona mulai dirasakan pihak-pihak yang berusaha di Bandara Ngurah Rai. Bahkan penurunan tajam akan rezeki mereka mulai sangat terasa pada awal Februari ini.

“Kalau dampak ini sebenarnya sudah terasa sekitar 25 Januari 2020. Namun yang paling keras ya awal Februari ini,” ujar Nyoman Suharta, salah seorang warga yang berusaha di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta.

Pria kelahiran Singaraja ini memaparkan dampak akibat penutupan penerbangan dar/ke Tiongkok ini memang sangat tajam. Dia yang biasanya per hari bisa berjualan sekitar Rp8 juta kini menurun hingga Rp2 juta per hari.

Baca juga :  Jukung Terhempas Ombak, Seorang Nelayan Hilang

Hal ini dirasakan hampir semua orang yang mengais rezeki di Bandara Ngurah Rai. Apalagi wisatawan Tiongkok selama ini menempati urutan pertama dalam kunjungan wisatawan ke Bali. Suharta berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, sehingga pariwisata Bali bisa menggeliat kembali. Di sisi lain, dia berharap pihak-pihak terkait yang membidangi dunia pariwisata agar lebih meningkatkan promosi ke negara lain, sehingga bisa menutupi kondisi kunjungan wisatawan yang menurun saat ini.

Baca juga :  Pemkab Badung Terima Bantuan dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk.

Kadisparda Badung, Made Badra, mengaku menyadari betul akan terjadinya penurunan wisatawan akibat kondisi tersebut. Pihaknya mengaku sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Berbagai upaya akan dilakukan dalam menyikapi kondisi ini. Salah satunya, sesuai koordinasi dengan pihak terkait, yaitu memberikan kemudahan kepada wisatawan Tiongkok yang masih tinggal di Bali dan belum bisa pulang ke negaranya. Misalnya dengan memberikan layanan tarif khusus bagi mereka selama memperpanjang masa tinggal. (sugiadnyana)

Baca juga :  Badung Gencarkan Penelusuran di Darmasaba