Cegah Penyebaran Virus, Distan Semprot Kandang di Peguyangan Kangin

SEMPROT KANDANG – Dokter hewan bersama petugas dari Dinas Pertanian Kota Denpasar menyemprot kandang babi milik Ngakan Putu Bajra di Jl. Cekomaria No. 41 Denpasar Utara, Rabu (5/2/2020). DenPost/pasma

Peguyangan, DenPost
Guna mencegah merebaknya virus, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar menyemprot kandang babi milik Ngakan Putu Bajra di Jl.Cekomarian 41, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Rabu (5/2/2020).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota
Denpasar, drh. Made Ngurah Sugiri, didampingi Kasi Kesehatan hewan,
drh. Ida Ayu Made Sri Martini, mengatakan dokter hewan bersama petugas gencar menyemprot kandang milik peternak babi dengan disinfektan untuk mencegah menularnya virus. Jika kandang disemprot dengan disinfektan dan dibersihkan, niscaya babi tidak lagi terjangkit penyakit mematikan.

Baca juga :  Sidang Dilanjutkan Tanpa Terdakwa, Ini Kata Kuasa Hukum Jerinx

Ngurah Sugiri mengungkapkan bahwa pihaknya bukan kali ini saja menyemprot kandang babi, namun sudah dari dulu begitu ada informasi virus yang menyerang ternak babi, seperti di negara Tiongkok, 10 negara Asia, Timor Leste, dan Sumatera Utara. Petugas
melakukan penyemprotan dari rumah ke rumah. Selain penyemprotan, para peternak babi disarankan menjaga kandang supaya tetap bersih. ‘’Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar akan membantu di sentra-sentra peternakan babi seperti di Sesetan, Pedungan, Denpasar Selatan. Disusul Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Padangsambian Kaja yang merupakan peternakan babi sentra rakyat,’’ jelas Ngurah Sugiri.
Dia mengaku jenis virus yang menyerang babi di Kota Denpasar sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Sampel darah babi yang diambil dari peternak  masih diuji di Laboratorium Balai Veteriner Pusat di Medan, Sumatera Utara.

Baca juga :  CFD Denpasar Dihentikan

Untuk mencegah babi terkena virus mematikan bisa dilakukan dengan para dedepolasi. Para peternak diharapkan mengurang populasi ternak denagn menjual jika memang sudah siap dijual. Selain itu, untuk sementara ini, peternak tidak memasukkan bibit baru dalam rangka
menekan kerugian yang lebih besar.  (103)