Virus “Demam Babi Afrika” Diduga Penyebab Matinya Ribuan Babi di Bali

0
8

Renon, DenPost

Penyebab kematian ribuan ekor babi di sejumlah wilayah di Bali dicurigai karena virus Demam Babi Afrika atau African Seine Fever. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuwardhana.

“Nggih (benar). Virus yang menyerang babi-babi di Bali tergolong baru, ” ujar Wisnuwardhana, seraya mengatakan jika pihaknya bersama Balai Besar Veteriner (BBvet) Denpasar telah mengirim sampel ke BBvet Medan untuk penelitian virus, Rabu (5/2).

Baca juga :  Hasil Rapid Test, 443 Warga Serokadan Reaktif

Sementara menyambung keterangan Wisnuwardhana, Kabid Produksi dan Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali IGK Nata Kesuma  mengatakan, sejak  Selasa (28/1) hingga Jumat (31/1) kemarin pihaknya tidak lagi mendapat laporan adanya babi mati.

Perkembangan ini diperoleh dari 26 petugas lapangan yang dia tempatkan di kantong-kantong temuan babi mati. “Itu yang saya yakini, informasi itu sebagai rujukan,” ujarnya ditemui belum lama ini di Denpasar.

Baca juga :  Dishub Lakukan Penyesuaian dan Evaluasi PKM Tiap Hari

Sebelumnya, puncak kematian babi secara misterius terjadi pada Senin (20/1) lalu. Jumlah babi mati sebanyak 204, kemudian menurun pada hari berikutnya. (wir)