Disbud Denpasar Larang Pawai Ogoh-ogok Pakai ‘’Soundsystem’’

Disbud Denpasar Larang Pawai Ogoh-ogok Pakai ‘’Soundsystem’’
ARAK OGOH-OGOH - Salah satu seka teruna di Denpasar saat mengarak ogoh-ogoh tanpa soundsystem, beberapa waktu lalu. DenPost/dok

Dauh Puri, DenPost
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar menegaskan tetap melarang pemakaian soundsystem saat Pangerupukan tahun 2020. Larangan tersebut kembali ditegaskan mengingat ada wacana yang berkembang di masyarakat mengenai penggunaan soundsystem pada malam Pangerupukan memang diizinkan.
Kadisbud Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, Rabu (5/2/2020), mengatakan bahwa di Denpasar sudah dari tahun-tahun sepakat tak menggunakan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh. Pada malam Pangrupukan tahun ini, larangan tersebut masih diberlakukan. “Walau ada wacana yang berkembang di masyarakat bahwa tahun ini bisa menggunakan soundsystem, namun kami tetap melarang sebagai bentuk kesepakatan bersama. Saat ini kami melakukan pembinaan agar masyarakat paham. Seluruh banjar atau desa adat di Denpasar setuju tanpa menggunakan soundsystem saat Pangrupukan,” tegas Mataram.
Dengan persetujuan tersebut, pihaknya memberikan waktu pembinaan di masing-masing desa. Setelah pembinaan, barulah ada pembinaan secara keseluruhan oleh Disbud supaya mereka memahami tradisi Nyepi yang benar di Bali, termasuk memberikan pembinaan terkait pemakaian soundsystem.
Mataram mengatakan bahwa pihaknya juga sudah memproses perwali tentang proses hari raya Nyepi, termasuk di dalamnya ada pelarangan penggunaan soundsystem di Kota Denpasar.  (112)

Baca juga :  Benda Sakral di Pura Prajapati Desa Adat Ubung Digasak Maling