Tiga Tersangka Pembalakan Kayu Dijebloskan ke Penjara

0
9
DIAMANKAN - Tiga tersangka pembalakan kayu kini diamankan di Polres Buleleng. DenPost/robin

Singaraja, DenPost

Satreskrim Polres Buleleng berhasil mengungkap kasus pembalakan kayu di Desa Pangkungparuk, Seririt. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, dalam keterangan persnya Kamis (6/2/2020) menyebut, tiga orang dari Desa Pangkungparuk ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah I Nyoman Sowambawa yang menebang kayu hutan jenis sonokeling di hutan dengan membonceng Ketut Sudana alias Super sebagai penebang.

Kayu-kayu hasil penebangan itu lalu diarahkan oleh Nyoman Sowambawa  untuk dipotong menjadi balok dan papan. Selanjutnya kayu diangkut satu per satu dengan menggunakan sepeda motor ke titik pengumpulan kayu. Kayu  yang sudah terkumpul kemudian dijual kepada Ketut Widiasa alias Widia.

Baca juga :  Garong Satroni Perumahan Jalak Putih, Singaraja

Sedangkan  Kadek Astrawan alias Gembul (Anak Ketut Widia)  belum ditemukan alat bukti yang cukup, sehingga belum bisa ditetapkan menjadi tersangka,. Dia tetap diselidiki secara intensif.

“Ketiga tersangka diduga keras melakukan tindak pidana dengan sengaja menebang, menguasai, mengangkut atau memiliki hasil hutan kayu (illegal logging) tanpa dilengkapi izin yang terjadi di hutan Munduk Limo di Banjar Dinas Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan. Seririt,” tegas Sinar Subawa.

Baca juga :  Disinfektan Ramah Lingkungan Mulai Didistribusikan

Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan 25 gelondong kayu sonokeling, mesin pemotong kayu dan  sepeda motor. Mereka dijerat Pasal 82 Ayat (1) huruf a atau b atau c Pasal 83 Ayat (1) huruf b UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda pidana Rp500 juta   dan paling banyak Rp2,5 miliar.  (118)

Baca juga :  Tangkap Gurita di Laut, Nelayan Hilang di Perairan Nusa Dua