Bupati Klungkung: Bendesa dan Prajuru Jangan Main “Sepekang”

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta DenPost/sriwiadnyana

Semarapura, DenPost

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengumpulkan perbekel, bendesa adat dan prajuru adat se-Kabupaten Klungkung di Balai Budaya, Kamis (6/2/2020). Banyak arahan yang disampaikan  Suwirta dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati, Made Kasta, beserta seluruh kepala OPD dan tokoh masyarakat tersebut. Bupati memaparkan pembangunan hingga penanggulangan kemiskinan di Klungkung.

Bupati Suwirta minta para perbekel agar mendata lagi warga yang ingin diberdayakan, baik untuk dijadikan tukang, maupun kerja di luar negeri. Dia juga minta bendesa dan prajuru adat jangan main sepekang (mengucilkan) jika ada warga yang membuat kesalahan atau tidak bisa diatur. “Hindari buat perarem dengan isi kata sepekang. Malu kita, seperti punya anak lalu kita buang mereka. Lebih baik berdayakan mereka. Kalau tidak mampu, ada camat, Wakil Bupati, dan Bupati bisa membantu,” tegasnya.

Baca juga :  Ratusan Nakes RSUD Klungkung Divaksin Dosis Ketiga

Bupati asal Ceningan, Nusa Penida, ini juga berharap agar ke depan bendesa adat dan prajuru  membuat perarem dengan rasa kemanusiaan. Selain itu dalam menyusun perarem, jangan sampai membebani warga seperti mengenakan biaya pemopog sewajarnya. “Buat perarem jangan rasa emosi. Bikin perarem saat kepala dingin. Saya minta tokoh masyarakat jangan egois merasa diri sebagai pemimpin. Pemimpin itu harus bisa rendah diri, biarkan orang lain yang menaikkan harga diri kita,” tandas Suwirta. (119)