Babi Mati Mendadak, Peternak di Biluk Poh Kangin, Jembrana, Waswas

0
8
Babi Mati Mendadak, Peternaki di Biluk Poh Kangin Waswas

Negara, DenPost

Wabah yang mnenyebabkan babi-babi mati mendadak agaknya mulai merambah Jembrana. Kondisi ini membuat waswas para peternak setempat.

Menurut informasi Kamis (6/2/2020) tiga ekor babi milik warga di Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mati mendadak. Pemilik babi, Gede Eka Putra Suardana (34), mengatakan bahwa babinya yang berumur  enam bulan dan siap panen tiba-tiba mati tanpa sebab pada Rabu (5/2/2020) sore.

Baca juga :  Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Mendoyo Dauh Tukad

Eka Putra mengaku heran dengan kejadian babi mati mendadak dan dalam waktu berdekatan. Kematian babi itu tidak ada tanda-tanda berat.

Dua hari sebelumnya, babi masih sehat. Namun sehari sebelum mati,  kaki depan babi lumpuh  dan tidak mau makan. Eka Putra kemudian mencari dokter hewan untuk menyuntik ternaknya. Namun pada malam harinya, ketiga babi itu malah mati.

Eka Putra juga mengaku sempat melihat bulu di kuping babi berdiri. Namun dia tidak  menaruh curiga jika babinya akan mati dalam waktu cepat. Babi yang mati itu kemudian dikubur.

Baca juga :  Selamatkan Populasi Sapi Bali, Begini Pelayanan Tim Keswan Jembrana

Dengan adanya  kasus kematian babi di beberapa daerah, sejumlah peternak menjual babi mereka dengan harga cukup murah. Hingga Rabu (5/2/2020) harga babi di pasaran di Jembrana masih stabil yakni Rp27 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Widarsa, mengimbau para peternak Jembrana agar tidak mengikuti apa yang dilakukan peternak di daerah yang kena wabah tersebut. Widarsa mengaku, stabilnya harga babi memang karena komitmen para peternak, jagal, dan penjual. (120)

Baca juga :  Masuk Lewat Jalur Tikus, Lima Duktang Diamankan