Polisi Curigai Orang Dekat Pembunuh Bos Toko Bangunan

0
31
Tersangka Sakim Fadillah

Peguyangan, DenPost

Anggota Satreskrim Polresta Denpasar terus mendalami kasus pembunuhan kolektor barang antik, Senawati Candra (56). Setelah menetapkan seorang tersangka yakni Sakim Fadillah (39), polisi mencurigai kalau dalang pembunuhan tersebut adalah orang dekat korban. Namun saat berita ini ditulis pukul 18.00, Kamis (6/2) kemarin, Polresta Denpasar belum berkomentar resmi terkait motif pembunuhan ini.

“Ya nanti pasti kami sampaikan semuanya setelah penyidikan selesai. Kami masih mendata sidik. Sabar dulu,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan, saat dimintai konfirmasi usai menggelar jumpa pers di Polsek Kuta.

Informasi dari sumber polisi menyebutkan dugaan keterlibatan anak sulung korban masih didalami petugas. Pasalnya ditemukan kejanggalan dari hasil penyelidikan polisi. “Tersangka (Sakim Fadillah) sejak pagi hingga sore bersama anak sulung korban, Andi Cahyadi (34). Anehnya dia tidak tahu jika ibunya dibantai secara sadis oleh tersangka,” tegas polisi.

Baca juga :  Di Tengah Pendemi, Puluhan Korban Kebakaran Masih Mengungsi

Ditambahkannya, sebelum kejadian, sekitar pukul 10.30, Andi Cahyadi dicari ke rumahnya oleh tersangka Sakim Fadillah untuk diajak membawa ayam aduan jenis cemani ke rumah H.Nurahmad di Jalan Salya, Denpasar. Andi kemudian mengajak anaknya, Jevan, dan tersangka Sakim, menuju Jalan Salya dengan mengendarai Honda Beat nopol DK 3622 AV. “Saat itu korban (Senawati) tinggal sendirian di rumah,” tambah polisi.

Sekitar pukul 12.00, Andi dan tersangka Sakim kembali ke rumahnya di Jalan A.Yani utara Gang Merpati, Denpasar Utara. Tapi saat itu Andi berada di atas motor di depan pintu gerbang menunggu tersangka masuk rumah mengambil helm. Andi saat itu hendak ke Jalan Pulau Salawati mengantar tersangka sholat. “Usai sholat, mereka berencana kembali ke rumah H.Nurahamad. Namun Andi keburu dihubungi adiknya, Kevin, dan mengatakan bahwa ibunya (Senawati) terkapar dan berdarah di dalam kamar,” tegas polisi yang tak mau disebutkan identitasnya.

Baca juga :  Usai Tetapkan Tiga Tersangka, Kejaksaan Kembali Geledah LPD Kekeran

Bersama tersangka, Andi kembali ke rumahnya. Setibanya di rumah, dia melihat ibunya berlumuran darah. Tersangka Sakim Fadillah menyusul masuk kamar dan pura-pura memeriksa kondisi korban. Sedangkan Andi menuju halaman rumah lantaran dia mengajak anaknya yang masih kecil.

Tersangka diduga membunuh korban saat mengambil helm di rumah korban. Untuk menghabisi nyawa bosnya itu, tersangka memukul korban dengan batu dan botol. Tersangka juga sempat mencuci batu yang berlumuran darah, lalu dibuang ke lahan kosong di sebelah timur rumah korban. ‘’Agak aneh kenapa anak korban tidak mendengar teriakan dari ibunya? Padahal jarak kamar korban dekat dengan pintu gerbang,” beber polisi.

Baca juga :  Terseret Arus Tukad Yeh Ho, Anggota Koramil Kerambitan Hilang

Ditanya mengenai motif pembunuhan itu, polisi enggan membeberkan secara rinci. Dia beralasan masih dilakukan pendalaman dengan cara mengkonfrontir keterangan Andi dan tersangka Sakim. “Hubungan Andi dengan ibunya (almarhumah) tidak baik sejak lama. Korban tidak harmonis dengan menantunya. Mereka sudah lama tidak bicara. Polisi masih mendalami motif sakit hati atau masalah utang-piutang,” tegas polisi. (124)