PHDI Bangli Keluarkan SE Terkait ‘’Pelinggih’’ Berkloset 

0
108
Surat PHDI Bangli

Bangli, DenPost

Fenomena sejumlah warga membangun tempat suci (pelinggih) yang berdampingan dengan kloset jongkok (jamban) masih menjadi atensi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli. Terbaru, mereka mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pelinggih berkloset yang sebelumnya ditemukan di sejumlah rumah warga di Bangli.

SE Nomor 14/04/PHDI.Kab.Bgl/II.2020 itu dikeluarkan per Kamis (6/2) kemarin. Surat ditujukan ke bendesa adat, perbekel, kepala lingkungan, serta kelian adat se-Kabupaten Bangli. Ada tiga poin yang disampaikan yakni pertama: supaya melakukan pendataan di setiap warga atau KK yang menganut faham dengan membangun pelinggih berisi kloset di masing-masing wilayah. Kemudian melaporkan data tersebut ke PHDI Bangli, supaya setelah itu bisa dilakukan pembinaan sebagaimana tupoksi PHDI.

Baca juga :  Satu OTG Diisolasi, Sekeluarga Jalani Rapid Test

Kedua: turun bersama-sama memberikan pemahaman kepada setiap warga dan menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing, tidak saling sindir atau menjelekkan, jaga toleransi, termasuk tidak mengunggah di media sosial (medsos). Apalagi menjelang hari raya Galungan, Kuningan, serta Nyepi. Perayaan ketiga hari suci tersebut diharapkan berjalan lancar dan damai. “PHDI punya tupoksi sendiri dalam membina umat. Bendesa dan kelian adat merupakan bagian dari pelaksana adat, budaya, dan agama, sehingga PHDI dan MDA terkait dalam tugas tersebut,” ujar Ketua PHDI Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra.

Baca juga :  Lagi, Bertambah Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Bangli

Mengenai pendataan yang dilakukan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) dimana PHDI juga termasuk di dalamnya, Sukra mengatakan hal itu menjadi urusan Pakem. “Kalau PHDI punya satgas yang kerja terus tanpa batas. Kami tak hanya memperhatikan masalah kloset, namun masih banyak ada kelompok spiritual lain,” bebernya. (128)