Diduga Salah Faham, Seorang ABG Dikeroyok

PERIKSAKAN LUKA - ADS diantar ayahnya dan polisi saat memeriksakan luka-lukanya di RSUD Bangli. DenPost/ist

Bangli, DenPost

Seorang remaja berinisial ADS harus dilarikan ke RSUD Bangli, Kamis (6/2/2020). Selain untuk pengobatan, dia juga mencari visum. Pasalnya, pelajar berusia 16 tahun itu dikeroyok tiga pemuda.

Meski kejadiannya cukup lama, korban yang beralamat di Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan, Bangli, ini baru melapor ke polisi Kamis sekitar pukul 08.00.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sore hari sebelum kejadian, tepatnya pukul 16.00, ADS pamit kepada ayahnya, Bejo Santoso (30), untuk pergi ke rumah temannya di Kecamatan Tembuku. Dia kemudian pulang sekitar pukul 22.00. Berselang 15 menit kemudian, ADS keluar lagi. Namun saat itu dia tak menjelaskan kepada sang ayah mengenai alasannya pergi.

Anak baru gede (ABG) itu ternyata baru pulang ke rumah keesokan harinya yakni Selasa (4/2) pukul 08.00. Begitu tiba di rumah, ADS langsung menuju kamar, lalu tidur. Sang ayah yang tahu anaknya baru pulang, segera mendatangi ADS. Dia melihat anaknya sudah tidur. Saat hendak balik, Bejo terkejut melihat di kaki kanan anaknya ada darah. Bejo segera membangunkan sang anak sambil mengecek seluruh badannya. Dia mendapati sejumlah luka robek serta luka gores pada bagian paha, punggung, dan kepala. Ketika ditanya, ADS mengaku jatuh dari motor.

Baca juga :  Semua Fraksi Menerima, Perda Perubahan APBD 2021 Ditetapkan

Bejo akhirnya curiga jika anaknya tak murni jatuh dari motor. Berselang dua hari kemudian sekitar pukul 17.30, dia kembali bertanya kepada anaknya tentang penyebab luka-luka tersebut. Saat itu barulah ADS mengaku bahwa dia dikeroyok tiga orang tak dikenal di Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga, Bangli, pada Senin (3/2) malam lalu. Mendengar pengakuan itu, Bejo lantas mengajak anaknya melapor ke Polsek Bangli, Kamis kemarin.

Baca juga :  Ditemukan Cacing Hati pada Lima Ekor Sapi Kurban

Kapolsek Bangli AKP I Nengah Rata didampingi Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengatakan bahwa memang benar ada laporan kasus penganiayaan tersebut. “Masih lidik dan olah TKP. Pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan. Motifnya diduga salah faham. Mengenai perkembangannya, nanti kami sampaikani,” tandasnya. (128)