Takut Virus Corona, Bule Denmark Kemping di Pantai Kuta

Takut Virus Corona, Bule Denmark Kemping di Pantai Kuta
AMANKAN BULE - Satpol PP Badung BKO Kuta saat mengamankan bule yang kemping di Pantai Jerman, Kuta, Jumat (7/2/2020).DenPost/ist

Ada-ada saja tingkah aneh bule asal Denmark, Gudmand Hoyer Jan Jones Yakari Colom, ini. Dia malah kemping di kawasan Pantai Jerman, Kuta. Uniknya, Colom beralasan hendak ke Taiwan, namun karena ada virus corona, dia terpaksa membatalkan perjalanannya itu.

DENGAN alasan tertentu, Colom memilih tinggal di pesisir Pantai di depan Hotel Patra Jasa. Namun ulahnya yang aneh itu akhirnya ketahuan petugas Satpol PP Kuta. Tak mau terjadi hal-hal yang tak diinginkan, petugas mengamakan Colom pada Jumat (7/2/2020).

“Awalnya dia mengaku berangkat dari Denmark menuju Thailand, Australia, kemudian Bali. Selanjutnya dia hendak ke Taiwan, tapi katanya takut ada virus corona,” ujar Danru Pol.PP Badung BKO Kuta, Nengah Wika, di kantornya.

Seizin Kasatpol PP Badung, Wika memaparkan pria asal Denmark yang kemping di Pantai Kuta ini ketahuan satpam hotel pada Selasa (4/2/2020). Kejadiannya lalu dilaporkan ke Satgas Pantai Kuta. Namun saat dicek, Colom tidak ada di lokasi. “Saat kami cek Rabu (5/2/2020), orangnya juga tidak ada di tempat. Nah baru tadi pagi (Jumat kemarin) kami dapat info, sehingga dia kami datangi,” ujar Danru, yang akrab disapa Kejus tersebut.

Begitu dicek, bule tersebut sedang tertidur pulas di tenda. Setelah dibangunkan, bule tersebut bertanya ada apa gerangan.

Baca juga :  Satgas Buru Alat Rapid Tes dan APD

Kepada Satpol PP, Colom mengaku berada di Bali sejak 26 Januari 2020. Ketika hendak diamankan, pria Denmark ini sempat protes dan bertanya kenapa dia diamankan. Setelah dijelaskan bahwa ulahnya kemping di pantai melanggar Perda No.7 tahun 2016 tentang ketertiban umum, Colom akhirnya menuruti arahan petugas Satpol PP.

“Saya tegaskan, jangankan orang asing, warga lokal pun jika tinggal di pantai satu kali dua puluh empat jam tanpa tujuan jelas, maka akan diamankan,” tegas Wika.

Baca juga :  Di Jembrana, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Bertambah

Sebagai tindaklanjutnya, Satpol PP berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

“Kami sempat juga tanyai dia kenapa kemping di Pantai Kuta dan tidak tinggal di hotel saja. Dia menjawab, karena memang suka tinggal di tempat seperti itu, alam.bebas dan banyak pohon,”‘ beber Wika.

Padahal sebenarnya bule tersebut punya uang yang cukup untuk berlibur, karena dari transaksi yang dia lakukan semua dibayar dengan E-money, bukan tunai.

Orang luntang-lantung di Pantai Kuta memang kerap terjadi. Bahkan Satgas Pantai Kuta beberapa kali mengamankan remaja dengan rambut acak-acakan mirip anak punk yang bergerombol dan tidur di pantai berpasir putih ini.

Baca juga :  Mas Sumatri Sebut Sejumlah Nama, Kejari Siap Panggil

Di tempat terpisah, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai membenarkan menindaklanjuti laporan Satpol PP Kecamatan Kuta mengenai ulah Colom yang diduga dapat mengganggu ketertiban umum.

Mengutip keterangan Satpol PP Kuta, Kasi informasi Kanim Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra, memaparkan bahwa ulah pria Denmark tersebut diduga mengganggu dan meresahkan masyarakat dengan mendirikan tenda selama 12 hari di Pantai Jerman, Kuta. Dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi, Colom masuk Indonesia pada 26 Januari 2020. Data perlintasan menunjukkan bahwa dia masuk melalui Bandara  Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan bebas visa kunjungan. Petugas Imigrasi dan Satpol PP Kecamatan Kuta telah melaksanakan serah-terima di Kantor Camat Kuta. Pria Denmark itu diamankan untuk dimintai keterangan secara mendalam. (gik)