Soal Noto Rogo, Tak Ada Laporan Warga yang Dirugikan di Tabanan

Tabanan, DenPost
Polisi belum menemukan dugaan tindak pidana mengenai kelompok yang menjalankan program Noto Rogo di Tabanan. Hal itu diungkapkan Kasatreskrim AKP I Made Prama, seizin Kapolres Tabanan, Minggu (9/2/2020).

Sebelumnya polisi memeriksa Korwil Noto Rogo di Tabanan, Nengah Arsana Putra, guna mendapat informasi yang maksimal. Hal itu dimaksudkan supaya polisi paham tentang kelompok ini dan tidak berkembang semakin luas. “Belum ditemukan tindak pidana, karena belum ada yang melapor, dan juga belum ada yang merasa dirugikan,” tegasnya.
Pun hasil pemeriksaan terhadap Nengah Arsana Putra, juga tidak ditemukan adanya susunan organisasi dan lain sebagainya. “Semua yang kami mintai keterangan memberikan jawaban yang sama, karena posisinya sebagai peserta,” tegas Prama.
Sampai saat ini, imbuhnya, belum tergambar saling memengaruhi antara satu dengan yang lain dalam kelompok ini. “Kami masih mengumpulkan informasi dan mendalami hal-hal lain agar semakin terang,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Selemadeg sempat mengamankan Arsana Putra ketika dia berada di areal parkir Soka Indah, Selemadeg, Jumat (7/2/2020). Guna penanganan selanjutnya, permasalahan ini diambil alih Polres Tabanan.
Berita yang beredar menyebutkan bahwa kelompok yang menjalankan program Noto Rogo atau menata diri itu, diikuti puluhan orang. Untuk bisa bergabung dengan kelompok ini, setiap anggota mesti menyetor fotokopi KTP dan uang tunai Rp1 juta. Peserta dijanjikan menerima Rp1 miliar secara bertahap, dengan waktu yang tidak ditentukan. Kelompok ini pun pernah melakukan pertemuan di rumah salah satu warga di Banjar Sari, Desa Bajera, Selemadeg. (121)

Baca juga :  Punya Aset Rp240 Miliar, LPD Anturan Tak Mampu Cairkan Uang Nasabah