Songan Masih Berlumpur, Warga Belum Beraktivitas Normal

TARIK MOBIL - Sejumlah polisi berjuang keras menarik mobil milik warga Songan, Kintamani, yang bagian bawahnya tertimbun lumpur akibat banjir bandang. DenPost/antarini

 

Bangli, DenPost

Dua hari pascabanjir bandang yang melanda Desa Songan, khususnya Banjar Ulundanu, Kintamani, Bangli, warga yang terdampak belum juga dapat beraktivitas secara normal Minggu (9/2/2020). Hal ini karenakan tebalnya lumpur yang menimbun sejumlah fasilitas milik pribadi maupun umum.

Bala bantuan datang dari semua pihak, baik TNI, Polri, PMI, relawan bencana, BPBD provinsi maupun kabupaten, ASN Bangli, termasuk warga sekitarnya. Sejak dua hari ini, hingga Minggu (9/2/2020), gotong-royong membersihkan lumpur terus dilakukan. Selain rumah warga, petugas juga memfokuskan pembersihan pada fasilitas umum seperti jalan raya dan sekolah. Sejumlah alat berat pun diterjunkan untuk mengeruk tanah lumpur yang mulai padat. “Masih dilakukan bersih-bersih. Warga kami belum dapat beraktivitas secara normal,” ujar Jro Sayu, warga setempat.

Ibu tiga anak ini mengaku pasrah saja mengenai musibah yang kembali melanda desanya. Dia juga masih bersyukur karena  banjir bandang itu terjadi siang menjelang sore, bukan malam hari. “Kalau dua tahun lalu, kejadiannya malam hari, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan apa-apa (harta-benda). Kalau sekarang, paling tidak kami cepat-cepat mengungsi  ke atas di rumah saudara. Malam hari kami tidur di sana dulu, dan pagi harinya turun lagi,” jelas Jro Sayu.

Baca juga :  Bawaslu Temukan 24 WNA Masuk DPS di Bangli

Data yang dirangkum tim BPBD Kabupaten Bangli, jalan yang menghubungkan Kintamani menuju Pura Ulun Danu, Songan, dan sekitarnya, hampir sepanjang 2 km tertutup lumpur bekas longsoran. Sedangkan sekitar 40 KK di Banjar Ulundanu terdampak lumpur serta tergenang air. Musibah ini mengakibatkan kerusakan material. Termasuk 28 kendaraan yang terdiri dari roda dua dan roda empat. Selain itu, sekolah TK Prawidya Darma Songan terendam lumpur, sehingga anak-anak diliburkan pada Sabtu (8/2/2020).

Baca juga :  Kunjungi Pasar Kidul, Wakapolres Bangli Bagikan 100 Masker

Di samping merusak jalan nasional, banjir bandang juga menyebabkan jembatan di Dusun Kayupadi, Songan, menuju desa sekitarnya putus sehingga sulit untuk dilalui kendaraan. Belum lagi jaringan listrik terganggu karena tiangnya roboh diterjang banjir.

Sementara ini ada 33 KK yang terdata menjadi korban banjir bandang. Mereka adalah Jro Gede Arta, Mangku Komang Arka, Rulin Artono, Jro Sentral, Jro Nyarikan Kinia, Wayan Arnito, Wayan Setop, Jro Salin Muliawan, Wayan Gede Sidarta, Jro Karsidin, Kadek Romantika, Nyoman Kubrin, I Wayan Judi, Putu Suardana, I Made Krenteng,

Baca juga :  Nenek 85 Tahun Ditemukan Tergantung di Dahan Kopi

Nang Lusan, Jro Kadek Arda, Agus Sukriawan, Gede Arta, Jro Aken, I Gede Santika, Gede Maha Edi, Jro Gede Pondal, Jro Juliawan, Jro Sayu, Jro Munder, Nengah Rudin, Wayan Suarnawa Wayan Gunawan, Gede Member, I Wayan Gembrong, Mas Kopral, dan I Nengah Tunas. Sisanya masih didata. Sedangkan mengenai jumlah kerugian akibat musibah ini belum bisa disampaikan karena masih didata dan petugas konsentrasi pada penanganan warga dan lingkungan. ‘’Nilai kerugian masih salam proses pendataan,” kata Kasi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Bangli, Nengah Wijana. (128)