Bule Gila Bikin Satpol PP Denpasar Kewalahan

0
11

Sumerta, DenPost

Memasuki tahun 2020 ini, persoalan yang ditangani Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, masih seputar pelanggaran peraturan daerah (Perda), seperti Perda tentang ketertiban umum dan kawasan tanpa rokok (KTR).

 

Namun, sebulan pertama tahun ini, menurut Kasatpol PP Kota Denpasar, Drs. Dewa Gede Anom Sayoga, MM., ada permasalahan yang cukup menyita tenaga. Yakni, terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) warga negara asing. Karena bulan ini, pihaknya harus menangani dua ODGJ bule. ‘’Ini cukup menguras tenaga, karena birokrasinya. Pasalnya harus mendapat rekomendasi Kedutaan atau Konjen dari mana ODGJ itu berasal. Misalnya, setelah kita amankan, mereka tak bisa langsung dikirim ke rumah sakit, tapi harus dikoordinasikan dulu dengan kedutaan atau konjennya,’’ kata Anom Sayoga, Senin (10/2).

Baca juga :  Akhirnya, Pura Besakih Ditutup untuk Wisatawan

 

Di samping masalah ODGJ bule, lanjut Anom Sayoga, masalah gangguan sosial ODGJ lokal, orang  telantar, cukup dominan belakangan ini. Selain itu, masalah pemasangan reklame luar ruangan, seperti baliho, spanduk dan banner sembarangan. Misalnya, dipaku di pohon. ‘’Ini tetap mendapat perhatian, karena terkait dengan penataan lingkungan. Juga terkait dengan penertiban Perda KTR, yang tetap dilaksanakan secara berkesinambungan,’’ ujarnya, sembari menambahkan, penertiban pedagang kaki lima (PKL) dilaksanakan secara rutin. (karya)

Baca juga :  Tes WNA yang Sempat Kabur Tunggu Kesiapan Sanglah